Telur Penyu: Menguak Mitos di Balik Kelezatan, Nutrisi, dan Alasan Pentingnya Melindungi Penyu

Telur Penyu Yang Dijual di kawasan Pantai Padang, Jumat 2 Agustus 2024
Sumber :
  • Padang Viva/Andri Mardiansyah

Padang – Di beberapa pesisir pantai di Indonesia dan berbagai negara tropis, telur penyu masih dianggap sebagai sebuah kelezatan dan dipercaya memiliki khasiat luar biasa, mulai dari meningkatkan stamina hingga kejantanan.

img_title Pemko Padang Panjang Perketat Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis Lewat Evaluasi Tujuh SPPG

Namun, di balik narasi yang beredar, banyak dari kita yang belum sepenuhnya memahami apa sebenarnya kandungan gizi telur penyu secara ilmiah, serta dampak besar dari konsumsi tersebut terhadap populasi penyu yang kian terancam punah.

Secara ilmiah, telur penyu memang mengandung beberapa nutrisi. Seperti telur pada umumnya, ia kaya akan protein yang penting untuk membangun sel dan jaringan tubuh.

img_title Madu Gila Himalaya, Sekali Teguk Bisa Bikin Melayang dan Mabuk

Selain itu, ia juga mengandung sejumlah kecil vitamin A, D, dan beberapa mineral penting lainnya.

Namun, di sinilah fakta yang jarang diketahui: kandungan gizi telur penyu tidaklah istimewa, bahkan memiliki beberapa sisi negatif yang patut diwaspadai.

img_title Telur Rebus Sangat Baik untuk Ibu Hamil, Kaya Protein dan Kolin yang Dibutuhkan Janin

Dibandingkan dengan telur ayam, telur penyu memiliki kadar kolesterol dan lemak yang jauh lebih tinggi.

Lemak ini adalah lemak yang dibutuhkan tukik (anak penyu) untuk bertahan hidup dalam perjalanan panjangnya mencari makan di laut, namun bagi manusia, asupan kolesterol berlebih dapat meningkatkan risiko penyakit jantung.

Mitos yang paling sering beredar adalah bahwa telur penyu adalah obat kuat atau dapat meningkatkan vitalitas.

Padahal, dari sudut pandang ilmiah, klaim ini tidak memiliki dasar bukti yang kuat. Tidak ada penelitian yang membuktikan bahwa telur penyu memiliki zat khusus yang dapat memberikan efek tersebut.

Sebaliknya, konsumsi telur penyu mentah atau setengah matang membawa risiko kesehatan serius. Telur ini bisa terkontaminasi bakteri berbahaya seperti Salmonella, yang dapat menyebabkan gangguan pencernaan parah, bahkan keracunan.

Ini adalah alasan terpenting mengapa konsumsi telur penyu harus dihentikan. Hampir semua spesies penyu di dunia, seperti penyu hijau, penyu sisik, dan penyu belimbing, terdaftar sebagai spesies yang terancam punah atau sangat terancam punah oleh organisasi internasional.

Seekor penyu betina hanya kembali ke pantai tempat ia menetas setelah puluhan tahun untuk bertelur, dan setiap telur adalah harapan untuk mempertahankan spesies.

Halaman Selanjutnya
img_title