Jalan Alternatif Di Kawasan CA Maninjau Baru Sebatas Harapan Gubernur

Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi
Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi
Sumber :
  • Doc. BKSDA Sumbar Resor Maninjau

Padang – Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat, Ardi Andono menyebutkan jika rencana pembukaan jalan alternatif Malalak-Maninjau yang diwacanakan oleh Gubernur Sumbar, Mahyeldi baru sebatas harapan. 

Menurut Ardi, bukan perkara mudah jika proses pembangunan jalan alternatif tersebut harus membelah kawasan Cagar Alam Maninjau yang diketahui selama ini memang merupakan koridor satwa-satwa dan banyak ditumbuhi botani dilindungi. Salah satunya yakni, koridor Harimau Sumatra dan bunga Rafflesia.

“Baru sebatas harapan. Silahkan ajukan permohonannya,”kata Ardi Andono, Senin 19 September 2022.

Menurut Ardi, jika kemudian usulan Gubernur Mahyeldi disetujui hingga tingkat Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, maka dalam rencana pembangunan jalan itu juga harus dibuatkan master plan atau konsep tata ruang untuk satwa-satwa yang ada disepanjang bentangan Cagar Alam Maninjau tersebut.

Ardi Bilang, jalur penyebrangan Harimau Sumatra dan satwa lain melalui gorong-gorong yang di desain sedemikian rupa, juga untuk koridor penyeberangan hewan primata juga harus di bangun apabila kemudian rencana ini disetujui.  

“Harimau, beruang, dan siamang contohnya, merupakan kekayaan hayati Sumatra Barat. Ada di CA Maninjau. Satwa tersebut, perlu dibuat jalan untuk mereka. Hal ini juga sudah diatur dalam Permenhub Nomor 23 Tahun 2018 tentang Pembangunan Jalan Strategis di Kawasan Hutan,”tutup Ardi Andono.

Sebelumnya, Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi mengapungkan wacana pembukaan jalan alternatif Nagari Malalak Utara, Kecamatan Malalak ke Nagari Sungai Batang Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Proses peninjauan dan survei pun, sudah dilakukan Gubernur beserta otoritas terkait lainnya pada Sabtu 17 September 2022.

Wacana membuka jalan alternatif yang akan membelah kawasan Cagar Alam Maninjau itu, diklaim selain dapat meningkatkan sektor pariwisata Kabupaten Agam, juga dapat mempermudah arus transportasi menuju Lubuk Basung dan daerah sekitar. Pasalnya, rute kelok 44 saat ini rawan terjadi kecelakaan dan longsor.

“Pembukaan akses jalan ini dapat memajukan perekonomian masyarakat setempat. Pasalnya selama ini banyak potensi-potensi di Maninjau dalam distribusinya terjadi perlambatan dikarenakan jalan yang buruk. Disamping itu, banyak peristiwa mobil tersekat dan longsor di kelok 44, semoga dengan dibukanya jalan alternatif ini dapat meminimalisir kejadian tersebut,” kata Mahyeldi. 

Lantaran jalan alternatif tersebut berada didalam kawasan Cagar Alam Maninjau, Mahyeldi menyebut jika pihaknya bakal berkirim surat  ke Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk membantu mencari solusi terkait hal tersebut.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Azinirman melanjutkan, pihaknya berharap permasalahan terkait hutan lindung dan cagar alam di jalan alternatif Malalak, segera terselesaikan.

Pasalnya, jalan malalak ini sangat dekat dengan lubuk basung, apabila jalan tersebut dibuka, estimasi jarak tempuh Malalak ke Lubuk Basung hanya 40 kilometer saja.