Empat Spesies Kucing Liar di TNBBS: Potret Distribusi dan Habitat yang Kian Terdesak

Kucing Emas
Sumber :
  • Shutterstock

Padang – Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) di Pulau Sumatera menyimpan kekayaan fauna yang luar biasa, termasuk empat spesies kucing liar yang langka, kucing emas (Catopuma temminckii), macan dahan (Neofelis diardi), kucing batu (Pardofelis marmorata), dan kucing kuwuk (Prionailurus bengalensis). 

img_title Mangsa Kambing Warga, Harimau Sumatra di Agam Akhirnya Masuk Kandang Jebak BKSDA Sumbar

Namun, keempatnya menghadapi tekanan besar akibat hilangnya habitat, fragmentasi hutan, dan perburuan.

Penelitian terbaru memotret kondisi terkini distribusi dan penggunaan habitat mereka, sekaligus memberikan gambaran penting bagi upaya konservasi.

img_title Karhutla Gunung Bromo Hanguskan 60 Hektare Lahan

Penelitian yang dilaksanakan pada 2015 dan 2018 oleh ini menggunakan camera trap di dua lokasi berbeda, Zona Perlindungan Intensif (ZPI) dan wilayah utara TNBBS.

Dari ribuan foto yang terkumpul, kucing emas tercatat sebagai spesies yang paling sering terdeteksi, diikuti macan dahan, kucing batu, dan terakhir kucing kuwuk.

img_title BRIN Temukan Spesies Baru Begonia hattae di Sumatra Barat

Menariknya, meskipun kucing kuwuk secara global masuk kategori “paling tidak terancam” menurut IUCN, jumlah deteksinya di TNBBS justru yang paling rendah, menunjukkan kemungkinan perbedaan preferensi habitat dan perilaku.

Kucing emas di ZPI lebih sering ditemukan pada habitat dengan bukaan semak yang cukup, memudahkan mereka berburu mangsa, dengan tingkat okupansi mencapai 0,75.

Sementara di wilayah utara, okupansi turun menjadi 0,34 dan dipengaruhi oleh rapatnya kanopi hutan.

Vegetasi rapat memberikan ruang persembunyian sekaligus sumber pakan yang melimpah bagi mangsa herbivora, yang pada akhirnya mengundang kehadiran predator.

Macan dahan memperlihatkan pola distribusi yang berbeda. Di ZPI, okupansinya berada pada angka 0,50, sedangkan di wilayah utara hanya 0,26.

Tidak ada faktor lingkungan yang terdeteksi berpengaruh signifikan dalam model penelitian ini, namun literatur sebelumnya menunjukkan macan dahan cenderung menghindari tepi hutan dan area yang sering dikunjungi harimau. Elevasi yang lebih tinggi juga kerap menjadi habitat favorit mereka dibandingkan kucing emas.

Kucing batu memperlihatkan preferensi habitat pada elevasi menengah di kawasan berbukit. Di ZPI, okupansinya mencapai 0,59 dan dipengaruhi oleh elevasi, dengan probabilitas deteksi meningkat di wilayah perbukitan.

Vegetasi rapat di hutan berbukit menyediakan habitat bagi mangsa seperti burung, kadal, dan serangga. Di wilayah utara, okupansi kucing batu menurun menjadi 0,42, dengan kanopi rapat meningkatkan peluang deteksi.

Halaman Selanjutnya
img_title