Dua Bulan Dua Kasus, Anak Beruang Madu Kembali Dievakuasi Akibat Jerat Babi di Pasaman
- BKSDA Pasaman
Padang – Tim gabungan dari Resor Konservasi Wilayah (RKW) 1 Pasaman BKSDA Sumatera Barat, Centre for Orangutan Protection (COP), dan dokter hewan setempat berhasil mengevakuasi seekor anak beruang madu (Helarctos malayanus).
Satwa dilindungi tersebut diselamatkan setelah terjebak jerat babi di kawasan perkebunan kelapa sawit, Sungai Pandahan, Nagari Sundata Selatan, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman.
Kepala RKW I Pasaman BKSDA Sumbar, Edi Susilo, mengungkapkan bahwa saat dievakuasi pada Jumat (10/7/2026), beruang madu tersebut ditemukan dalam kondisi terluka. Kelainan fisik akibat jerat besi itu terkonsentrasi pada bagian kaki kiri depan satwa.
"Evakuasi ini menambah daftar penanganan konflik beruang di Pasaman. Dalam dua bulan terakhir, sudah dua individu beruang yang kita evakuasi," kata Edi Susilo saat memberikan keterangan pada Senin (13/7/2026).
Edi menjelaskan, saat tim gabungan pertama kali tiba di lokasi perkebunan, mereka mendapati beruang tersebut dalam kondisi memprihatinkan. Tubuh satwa liar ini terlilit oleh sling jerat di antara rimbunnya semak belukar.
Berdasarkan analisis di lapangan, satwa bertubuh tambun ini diduga sempat berupaya melepaskan diri dan berhasil tercabut dari kayu pancang jerat utama sejak sehari sebelumnya. Namun, ruang geraknya tetap terkunci karena sling jerat masih mengikat kuat di pergelangan kakinya.
"Untuk menghindari tingkat stres yang tinggi pada beruang sekaligus menjaga keamanan tim di lapangan, dokter hewan melakukan tindakan pembiusan medis menggunakan sumpit tiup," ujar Edi terkait prosedur keselamatan yang diambil.
Ia memaparkan bahwa proses pembiusan tersebut memakan waktu sekitar 30 menit. Tim evakuasi dengan sabar menunggu hingga efek obat bekerja dan beruang pingsan sepenuhnya sebelum aman untuk didekati petugas.
Setelah dipastikan tidak sadarkan diri, tim medis langsung bergerak cepat memotong tali sling baja yang melilit kaki satwa. Hasil pemeriksaan fisik dan identifikasi menyeluruh di lokasi menunjukkan bahwa beruang madu tersebut berjenis kelamin betina dan diperkirakan baru menginjak usia satu tahun.
Akibat jerat yang kencang, kaki kiri depan anak beruang itu mengalami luka robek yang cukup serius disertai pembengkakan. Petugas kemudian membungkus tubuh satwa menggunakan jaring khusus dan memindahkannya ke kandang evakuasi di mobil operasional.