Mangsa Kambing Warga, Harimau Sumatra di Agam Akhirnya Masuk Kandang Jebak BKSDA Sumbar
- BKSDA Sumbar
Padang – Seekor harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) berhasil masuk ke dalam kandang jebak yang dipasang oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat di Kampuang Tengek, Jorong Palimbatan, Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Selasa (11/8/2026) malam.
Kepala Balai Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumatra Barat, Ade Putra, mengonfirmasi bahwa satwa dilindungi tersebut masuk ke dalam perangkap sekitar pukul 19.35 WIB. Proses masuknya harimau tergolong sangat cepat dari perkiraan awal petugas di lapangan.
"Harimau masuk kandang kurang dari satu jam usai kami memasang kandang jebak di lokasi tersebut," ujar Ade saat memberikan keterangan pers di Lubuk Basung, Rabu (12/8/2026).
Penanganan ini berawal dari laporan warga terkait adanya konflik satwa liar. Sebelum tertangkap, harimau tersebut diketahui sempat memangsa seekor kambing milik warga setempat bernama Afkir Soni (45) pada Minggu (9/8/2026). Kejadian yang meresahkan masyarakat itu segera dilaporkan oleh pemerintah nagari setempat kepada pihak BKSDA Sumbar.
Mendapat laporan tersebut, tim dari BKSDA Sumbar langsung menerjunkan petugas ke lokasi kejadian untuk melakukan verifikasi lapangan. Petugas melakukan penelusuran dengan mengumpulkan keterangan dari pemilik ternak serta mengidentifikasi jejak dan tanda-tanda keberadaan harimau di sekitar pemukiman.
"Usai mendapatkan laporan, petugas BKSDA Sumbar langsung turun ke lokasi melakukan penanganan," kata Ade menambahkan.
Langkah cepat penanganan diambil mengingat lokasi kemunculan harimau berada di kawasan yang sangat dekat dengan pemukiman warga dan fasilitas umum. Keberadaan satwa pemangsa ini dinilai mengancam keselamatan warga, terutama karena lokasinya berdekatan dengan dua fasilitas pendidikan, yakni SDN 10 Angge Palimbatan dan SMPN 1 Palupuh.
Guna mengantisipasi terjadinya konflik berlanjut antara manusia dan harimau, BKSDA Sumbar bersama Tim Patroli Anak Nagari (Pagari), unsur TNI, Polri, serta pemerintah nagari menyepakati pemasangan kandang jebak. Perangkap tersebut dipasang di lokasi strategis tidak jauh dari kandang kambing milik warga yang sebelumnya diserang.
Proses pemasangan kandang jebak selesai dilakukan sekitar pukul 18.30 WIB. Tak berselang lama, sekitar kurang dari satu jam kemudian, penjaga sekolah SDN 10 Angge Palimbatan mendengar suara dentuman keras pintu kandang jebak yang jatuh tertutup.