BKSDA Berhasil Evakuasi Harimau Sumatra yang Masuk Perangkap Dekat Permukiman di Agam
- BKSDA Sumbar
Padang – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat bergerak cepat setelah konflik antara manusia dan harimau Sumatra kembali terjadi di Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam. Seekor harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) berhasil dievakuasi setelah masuk ke dalam perangkap yang dipasang tim BKSDA tidak jauh dari kawasan permukiman dan sekolah.
Kepala Balai KSDA Sumatra Barat, Hartono, mengatakan langkah evakuasi terpaksa dilakukan karena keberadaan satwa dilindungi tersebut sudah berada sangat dekat dengan permukiman warga dan fasilitas pendidikan. Terlebih lagi, interaksi negatif antara satwa dan masyarakat di wilayah tersebut terus berulang dalam beberapa waktu terakhir.
"Keselamatan masyarakat menjadi prioritas, namun penanganan tetap dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan dan kesejahteraan satwa," ujar Hartono dalam keterangannya, Rabu (12/8).
Menurutnya, setelah berhasil dievakuasi dari dalam perangkap, harimau Sumatra tersebut langsung dititipkan di lembaga konservasi resmi. Di sana, satwa akan menjalani pemeriksaan kesehatan komprehensif dan penanganan lebih lanjut oleh tim medis serta dokter hewan berpengalaman.
"Harimau akan menjalani pemeriksaan untuk mengetahui kondisi kesehatannya secara menyeluruh sebelum ditentukan langkah penanganan selanjutnya," tambahnya.
Menyusul insiden ini, BKSDA Sumbar mengimbau seluruh masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi kejadian untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra. Warga diminta lebih berhati-hati, terutama pada malam hari ketika satwa liar berpotensi melintas di sekitar area permukiman. Masyarakat juga diminta untuk menghindari aktivitas seorang diri di lokasi-lokasi yang diduga menjadi jalur pergerakan harimau.
"Apabila kembali melihat harimau, masyarakat jangan mendekati, mengejar, apalagi mencoba menangkap atau mengusirnya sendiri. Segera laporkan kepada Balai KSDA atau aparat setempat agar dapat ditangani secara tepat oleh petugas berwenang," tegas Hartono.
Rangkaian peristiwa ini bermula dari laporan masyarakat yang diterima oleh BKSDA Sumbar pada Senin (10/8) sekitar pukul 16.30 WIB. Warga melaporkan bahwa dua ekor kambing milik mereka menjadi korban terkaman harimau Sumatra di dalam kandang.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Wildlife Rescue Unit (WRU) BKSDA Sumbar langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan verifikasi lapangan. Hasil pemeriksaan mendapati seekor kambing telah mati di dalam kandang dengan luka gigitan fatal pada bagian leher. Sementara itu, seekor kambing lainnya diduga diseret oleh harimau ke kawasan semak-semak, di mana petugas hanya menemukan dua bagian kaki depan.