Persib Meski Juara Paruh Musim BRI Super League, Bojan Hodak Masih Temukan Celah Untuk di Evaluasi

Bojan Hodak
Sumber :
  • Liga Indonesia Baru

Padang –  Persib Bandung sukses mengukuhkan posisi sebagai jawara paruh musim BRI Super League 2025/26 dengan raihan 38 poin.

img_title Jelang Tahun Ajaran Baru, Toko Perlengkapan Sekolah di Padang Panjang Diserbu Pembeli

Pencapaian impresif ini diraih melalui 12 kemenangan, dua hasil imbang, dan tiga kali kalah, yang membawa Maung Bandung unggul tipis satu poin atas pesaing terdekatnya, Borneo FC Samarinda.

Kendati berada di puncak singgasana, pelatih Bojan Hodak menegaskan bahwa hasil ini belum membuatnya tenang sepenuhnya karena masih ada performa tim yang perlu ditingkatkan.

img_title Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman Sukses Putar Roda Ekonomi Daerah

Sebagai pelatih terbaik dalam dua musim beruntun, Hodak memiliki standar tinggi bagi anak asuhnya.

Sorotan utama sang arsitek tertuju pada efektivitas eksekusi bola mati, terutama tendangan penalti yang kerap terbuang sia-sia.

img_title Tindak Lanjut Deklarasi Penolakan LGBT, Pemkab Tanah Datar Gelar Sosialisasi Lapangan

Kegagalan mengonversi peluang emas ini menjadi faktor krusial yang menyebabkan Persib kehilangan poin penuh dalam laga-laga penting, seperti saat ditahan imbang oleh PSIM Yogyakarta dan kekalahan mengejutkan dari Persita Tangerang.

“Lihat, kami memang berada di posisi nomor satu di liga, saya tentu merasa senang dan puas. Tapi di samping itu, kami seharusnya bisa tampil lebih baik lagi. Tercatat ada lima kali kami gagal memanfaatkan penalti tanpa menghasilkan gol,” ungkap Bojan Hodak dikutip dari laman Ileague, Jumat 16 Januari 2026

Baginya, ketajaman di titik putih adalah aspek non-negosiasi yang harus segera dibenahi demi menjaga konsistensi di putaran kedua mendatang.

Selain masalah penalti, aspek konsentrasi di menit-menit akhir pertandingan juga menjadi catatan merah dalam buku evaluasi Hodak.

Meski saat ini menyandang status sebagai tim dengan pertahanan paling kokoh dan minim kebobolan, gejala kehilangan fokus di fase kritis laga dianggap sebagai risiko besar.

Hodak mencatat ada sekitar 2 hingga 3 pertandingan di mana gawang Persib justru terkoyak saat laga hampir berakhir, sebuah tren yang menurutnya harus segera dipangkas.

Kini, fokus Persib Bandung terbagi antara mempertahankan konsistensi di liga domestik dan ambisi di kancah internasional.

Setelah kemenangan emosional melawan rival abadi Persija Jakarta, Maung Bandung kini bersiap menghadapi babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2) 2025/26.

“Sejauh ini kami bermain baik di liga dan fase grup ACL 2. Ini pertanda bagus, tetapi ruang untuk berkembang masih sangat luas,” tutup pelatih asal Kroasia tersebut dengan optimis.