Semen Padang FC: Mencari Juru Taktik Ketiga di Tengah Ancaman Degradasi
- Shutterstock
Padang – Manajemen Semen Padang FC kembali mengambil langkah ekstrem di tengah bergulirnya kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim 2025/2026. Tim berjuluk Kabau Sirah ini secara resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala, Dejan Antonic. Keputusan ini memicu perhatian publik lantaran Semen Padang FC akan segera memiliki pelatih ketiga hanya dalam kurun waktu satu musim berjalan.
Hingga pekan ke-24, Semen Padang FC masih tertahan di peringkat ke-17 klasemen sementara dengan koleksi 17 poin. Hasil imbang 0-0 melawan PSIM Yogyakarta pada Rabu (4/3/2026) malam di Stadion Haji Agus Salim menjadi titik puncak kesabaran manajemen. Meski tim lawan bermain dengan 10 orang sejak pertengahan laga, anak asuh Dejan Antonic gagal mencetak gol dan mengamankan tiga poin krusial di kandang sendiri.
Perjalanan kursi kepelatihan Semen Padang FC musim ini tergolong sangat fluktuatif. Pada awal musim, manajemen mempercayakan tim kepada Eduardo Almeida. Namun, pelatih asal Portugal tersebut hanya bertahan hingga pekan ketujuh setelah gagal membawa tim keluar dari papan bawah.
Dejan Antonic kemudian datang pada Oktober 2025 dengan harapan besar. Pelatih berpengalaman yang sudah malang melintang di sepak bola Asia ini diharapkan mampu membawa stabilitas. Namun, realita di lapangan berkata lain. Di bawah arahan Dejan, performa Rosad Setiawan dan kawan-kawan tak kunjung membaik secara signifikan. Rentetan hasil minor membuat posisi tim semakin terhimpit di zona merah degradasi.
Kini, fokus beralih pada siapa yang akan menjadi "penyelamat" ketiga bagi Semen Padang FC. Penasihat tim, Andre Rosiade, memberikan sinyal kuat bahwa pengumuman pelatih baru akan dilakukan dalam waktu dekat. Bahkan, publik berspekulasi bahwa manajemen sudah mengantongi satu nama yang dianggap paham dengan karakter sepak bola Indonesia.
Nama Imran Nahumarury mencuat sebagai kandidat kuat di kalangan pendukung Spartacks. Mantan pelatih Malut United yang sukses membawa tim promosi musim lalu tersebut saat ini berstatus tanpa klub. Pengalaman Imran dalam mengangkat mentalitas tim yang sedang terpuruk dianggap cocok dengan kondisi darurat Semen Padang FC saat ini.