Profil Imran Nahumarury: Harapan Baru Semen Padang FC untuk Lolos dari Jerat Degradasi
- IG:infoligaindonesia
Padang – Manajemen Semen Padang FC bergerak cepat dalam upaya menyelamatkan tim dari ancaman degradasi. Tim berjuluk Kabau Sirah resmi memperkenalkan Imran Nahumarury sebagai pelatih kepala baru pada Kamis (5/3/2026). Kehadiran mantan pelatih Malut United ini membawa angin segar sekaligus beban berat untuk membawa tim keluar dari papan bawah klasemen BRI Super League 2025/2026.
Penunjukan Imran dilakukan setelah manajemen memutus kerja sama dengan Dejan Antonic menyusul hasil imbang mengecewakan melawan PSIM Yogyakarta. Hingga pekan ke-24, Semen Padang masih tertahan di peringkat ke-17 klasemen sementara dengan raihan 17 poin.
Profil dan Rekam Jejak Imran Nahumarury
Imran Nahumarury (lahir 12 November 1978), Pria kelahiran Tulehu, adalah legenda Timnas Indonesia era 2000-an yang berposisi sebagai gelandang dan sekarang menjadi pelatih kepala.
Imran pernah bermain untuk PSB Bogor, Persikota Tangerang, Persija Jakarta, Persib Bandung,Persita Tangerang, Persikabo Bogor, PSSB Bireuen, dan tim nasional Indonesia.
Prestasi menterengnya tercatat saat ia berhasil membawa Malut United finis di posisi tiga besar Liga 1 musim lalu sebagai tim promosi.
Dikenal dengan skema favorit 4-3-3 Defending, Imran dinilai memiliki kecakapan taktis dalam membangun pertahanan yang solid sekaligus transisi menyerang yang cepat. Karakter kepemimpinannya yang tegas diharapkan mampu membangkitkan mentalitas bertanding para pemain Kabau Sirah yang sedang merosot.
Optimisme Keluar dari Zona Degradasi
Manajemen Semen Padang FC menegaskan bahwa pemilihan Imran didasari pada pemahaman mendalam sang pelatih terhadap karakter pemain lokal. "Kami membutuhkan sosok yang bisa memberikan dampak instan. Coach Imran punya rekam jejak bagus dalam mengangkat performa tim," ujar perwakilan manajemen.
Imran Nahumarury sendiri menyatakan kesiapannya menghadapi tantangan di Padang. Fokus utamanya dalam waktu dekat adalah mengembalikan konsistensi permainan dalam 10 laga sisa yang dianggap sebagai partai final.
"Tidak ada waktu untuk bersantai. Kami akan bekerja keras di setiap sesi latihan. Saya percaya kualitas skuad ini lebih baik dari posisi mereka di klasemen sekarang," tegas Imran.
Dukungan penuh dari suporter di Stadion Haji Agus Salim kini menjadi faktor krusial bagi Imran untuk mewujudkan misi mustahil menjaga martabat sepak bola Sumatera Barat tetap berada di kasta tertinggi kompetisi Indonesia.