Vakum Sejak Pandemi, Kemenpar Pastikan Tour de Singkarak Kembali Digelar di Sumbar pada 2027
- Hermadiyansyah Putra/Shutterstock
Padang – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia memastikan bahwa ajang balap sepeda internasional bergengsi, Tour de Singkarak (TdS), akan kembali digelar di Provinsi Sumatera Barat pada tahun 2027 mendatang.
Kepastian ini menjadi angin segar setelah ajang tahunan tersebut sempat terhenti cukup lama akibat hantaman pandemi COVID-19. Kembalinya TdS diproyeksikan menjadi motor penggerak utama dalam pemulihan sektor pariwisata dan penguatan sport tourism di wilayah Sumatera Barat.
Deputi Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenpar, Hariyanto, menegaskan bahwa Tour de Singkarak bukan sekadar perlombaan balap sepeda biasa, melainkan identitas pariwisata Sumatera Barat di mata dunia. Hal tersebut disampaikannya dalam kunjungan kerja di Padang pada Kamis (30/4).
“Kami ingin memastikan TdS kembali hadir sebagai ikon event berskala internasional di Sumbar,” ujar Hariyanto di hadapan awak media.
Menurut Hariyanto, persiapan menuju tahun 2027 memerlukan sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan. Kemenpar berkomitmen untuk memberikan pendampingan agar kualitas penyelenggaraan TdS tetap terjaga dan memenuhi standar Union Cycliste Internationale (UCI).
Pengaktifan kembali TdS diharapkan memberikan dampak domino yang signifikan bagi perekonomian lokal. Sebagaimana diketahui, jalur lintasan TdS biasanya melewati berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat yang memiliki keindahan alam serta potensi budaya yang luar biasa.
Rencana penyelenggaraan kembali TdS 2027 dipandang sebagai momentum emas untuk:
Menggerakkan Sektor Pariwisata: Meningkatkan okupansi hotel dan kunjungan ke destinasi unggulan sepanjang rute balapan.
Stimulasi Ekonomi Kreatif: Memberikan ruang bagi seniman dan pelaku kreatif lokal untuk tampil dalam rangkaian acara pendukung.
Pemberdayaan UMKM: Membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk kuliner dan kriya khas Ranah Minang kepada wisatawan mancanegara dan domestik.
Meski jadwal penyelenggaraan masih di tahun 2027, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyambut baik kepastian dari Kemenpar. Fokus utama dalam beberapa waktu ke depan adalah perbaikan infrastruktur jalan yang akan dilewati oleh para pembalap, serta penguatan koordinasi antarwilayah.
Vakumnya TdS selama beberapa tahun terakhir memang dirasakan dampaknya terhadap penurunan eksposur internasional Sumatera Barat. Namun, dengan waktu persiapan yang cukup panjang, Kemenpar optimis TdS 2027 akan hadir lebih megah dengan konsep yang lebih segar dan berkelanjutan.