Semen Padang FC Janji Evaluasi Total Usai Dipastikan Terdegradasi ke Liga 2
- Semen Padang FC
Padang – Tim kebanggaan masyarakat Minang, Semen Padang FC, dipastikan harus turun kasta ke Liga 2 musim depan. Kepastian ini didapat setelah tim berjuluk Kabau Sirah tersebut menelan kekalahan tipis di pekan ke-31 BRI Super League 2025/26.
Bertandang ke markas Dewa United Banten FC, Semen Padang FC dipaksa menyerah dengan skor 0-1. Hasil ini mengunci perolehan poin mereka di angka 20, yang membuat posisi klub tetap tertahan di peringkat ke-17 dari 18 tim yang berkompetisi. Secara matematis, peluang untuk keluar dari zona merah telah tertutup rapat.
Meskipun kompetisi masih menyisakan tiga pertandingan, harapan Semen Padang FC untuk menyalip Madura United FC di posisi ke-15 sirna. Madura United saat ini telah mengumpulkan 29 poin. Secara teoritis, Semen Padang FC memang bisa menyamai angka tersebut jika memenangi sisa laga, namun regulasi head-to-head membuat Kabau Sirah tetap berada di bawah posisi aman.
Kondisi semakin sulit karena Persis Solo di peringkat ke-16 juga sudah mengantongi 27 poin. Dengan catatan lima kali menang, lima kali imbang, dan 21 kali kekalahan sepanjang musim, performa anak asuh Imran Nahumarury musim ini memang tergolong memprihatinkan. Lini pertahanan menjadi titik lemah dengan kebobolan sebanyak 52 gol dan hanya mampu membalas dengan 22 gol.
Menanggapi kenyataan pahit ini, manajemen Semen Padang FC melalui pernyataan resminya di media sosial menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada suporter dan masyarakat Sumatera Barat.
“Kami sepenuhnya menyadari bahwa pencapaian ini jauh dari ekspektasi dan telah menimbulkan kekecewaan bagi banyak pihak. Untuk itu, manajemen bersama seluruh elemen tim berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh sebagai langkah perbaikan,” tulis pernyataan resmi manajemen pada Senin (4/5) malam.
Pihak manajemen menegaskan bahwa degradasi ini akan menjadi momentum untuk membangun kembali kekuatan tim agar bisa segera kembali bersaing di kasta tertinggi di masa depan.
Di sisi lain, manajemen juga mengumumkan kebijakan khusus untuk dua laga kandang terakhir melawan Persik Kediri dan Persebaya Surabaya. Mengingat Stadion Haji Agus Salim yang akan segera direnovasi, manajemen memutuskan untuk menyesuaikan harga tiket agar lebih terjangkau.