Tatap Putaran Nasional Liga 4, Fadly Amran Bakar Semangat Penggawa PSP Padang: Target Kita Liga 1!
- Humas Kota Padang
Padang – Wali Kota Padang sekaligus Pembina Utama PSP Padang, Fadly Amran, memberikan suntikan motivasi penuh kepada para penggawa "Pandeka Minang" yang tengah bersiap menghadapi putaran final Liga 4 zona nasional musim 2025/2026. Langkah ini diambil guna memastikan kesiapan mental dan fisik tim kebanggaan warga Kota Padang tersebut sebelum terjun ke medan laga yang lebih sengit.
PSP Padang dipastikan melaju ke tingkat nasional setelah tampil dominan dan sukses keluar sebagai juara Liga 4 zona Sumatera Barat. Keberhasilan ini menjadi modal krusial bagi tim untuk memperebutkan tiket promosi ke kasta kompetisi yang lebih tinggi.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh pemain, pelatih, manajer, hingga ofisial yang telah bekerja keras mengharumkan nama Kota Padang. Namun, perjuangan belum usai. Kini saatnya kita membuktikan kemampuan di tingkat nasional,” ujar Fadly Amran saat meninjau langsung pemusatan latihan fisik tim di kawasan Pantai Padang, Senin (4/5/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Fadly didampingi oleh Ketua Umum PSP Padang Amril Amin, Ketua Harian Osman Ayub, serta Pelatih Kepala Joni Efendi. Kehadiran jajaran manajemen ini menegaskan keseriusan tim dalam mengejar target tinggi di musim ini.
Fadly Amran menegaskan komitmennya untuk mengembalikan masa kejayaan PSP Padang di kancah sepak bola tanah air. Baginya, Liga 4 hanyalah batu loncatan awal dari misi besar membawa tim ini kembali ke habitat aslinya di papan atas liga Indonesia.
“PSP Padang harus kembali menjadi kebanggaan masyarakat sekaligus representasi generasi emas sepak bola daerah. Target kita sangat jelas, kita mulai dari Liga 4 dan harus terus merangkak naik hingga menembus Liga 1,” tegas Fadly dengan penuh semangat.
Di sisi teknis, Pelatih Kepala PSP Padang, Joni Efendi, menjelaskan bahwa timnya tidak ingin berpuas diri meski menyandang status juara zona Sumbar. Ia mengungkapkan bahwa intensitas latihan justru ditingkatkan untuk menutupi kekurangan selama fase regional.
“Setelah menjuarai zona Sumbar, tim hanya diberi waktu libur lima hari. Setelah itu, kami langsung tancap gas kembali menjalani latihan intensif setiap hari. Pagi hari kami fokus pada pematangan taktikal dan peningkatan skill individu, sementara sore hari difokuskan pada penguatan fisik di pantai,” jelas Joni.