Terungkap! Wasit Malaysia Bongkar Fakta Tuduhan Rasisme Marc Klok
- gettyimages
Padang – Teka-teki mengenai dugaan aksi rasisme yang menyeret kapten Persib Bandung, Marc Klok, akhirnya menemui titik terang. Setelah sempat menjadi bola panas di media sosial, wasit asal Malaysia yang memimpin pertandingan, Muhammad Nazmi bin Nasaruddin, akhirnya mengungkapkan fakta lapangan yang sebenarnya terjadi di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung.
Muhammad Nazmi, yang dikenal sebagai salah satu wasit top di jajaran elit Asia, kabarnya telah memberikan penjelasan detail melalui laporan pertandingan resmi. Penjelasan ini sekaligus mematahkan spekulasi liar yang menuduh Marc Klok melakukan penghinaan rasial terhadap pemain asing Bhayangkara FC, Henry Doumbia.
Berdasarkan keterangan Nazmi, insiden tersebut bermula dari situasi teknis di tengah lapangan. Saat itu, tensi pertandingan memang sedang meninggi. Pemain nomor punggung 10 Bhayangkara FC, Henry Doumbia, terlihat memegang bola dengan tangan setelah peluit ditiup.
Melihat hal tersebut, Marc Klok yang menggunakan nomor punggung 23 di Persib Bandung, mencoba merebut bola dengan maksud mempercepat tempo permainan dan meletakkan bola di titik tengah.
"Mengenai situasi ini, pemain nomor 10 dari Bhayangkara FC memegang bola dengan tangan. Pemain nomor 23 dari Persib mencoba merebut bola dan menempatkannya di titik tengah," ujar Muhammad Nazmi dalam keterangannya yang beredar luas di media sosial.
Sebagai pengadil yang berada di posisi terdekat dengan kejadian, Nazmi menegaskan bahwa dirinya mendengar dengan sangat jelas setiap kata yang keluar dari mulut kedua pemain tersebut. Ia menjamin bahwa tidak ada unsur penghinaan fisik maupun rasial yang diucapkan oleh gelandang Timnas Indonesia tersebut.
"Saya jelas mendengar pemain nomor 23 dari Persib berkata 'kembalikan bolanya' (give me the ball back). Setelah itu saya mendengar pemain nomor 10 dari Bhayangkara berkata 'jaga ucapanmu'," ungkap Nazmi secara transparan.
Klarifikasi ini menjadi krusial mengingat tuduhan rasisme adalah pelanggaran berat dalam dunia sepak bola yang bisa berujung pada sanksi larangan bertanding dalam waktu lama. Namun, dengan kesaksian wasit berlisensi FIFA ini, tuduhan terhadap Marc Klok terbukti tidak berdasar.
Wasit menegaskan bahwa respons Henry Doumbia yang meminta Klok "menjaga ucapan" kemungkinan besar dipicu oleh intensitas adu argumen yang panas, namun bukan karena adanya cercaan rasis. Nazmi memastikan tidak ada kata rasis yang terucap dari mulut Marc Klok dalam situasi tersebut.