Gelombang Baru COVID-19 Hantam Asia, Hong Kong Catat Lonjakan Tajam Hingga 11.4 Persen
Padang – Sejumlah negara di Asia kembali melaporkan lonjakan kasus Corona Virus Disease 2019 alias Covid-19.
Hong Kong mencatat situasi yang mengkhawatirkan dengan perkembangan lonjakan kasus yang terus naik dengan angka kematian mencapai 30 kasus.
Gelombang baru infeksi virus ini, disebut dipicu oleh munculnya varian baru yakni, SARS-CoV2.
Otoritas kesehatan di Hong Kong melaporkan sekitar 83 persen kasus parah dialami pasien berusia 65 tahun ke atas, dengan lebih dari 90 persen merupakan pasien dengan komorbiditas.
Data rilis Pusat Perlindungan Kesehatan Hong Kong pada 13 Mei 2025, tingkat infeksi meningkat dari 1,7 persen pada pertengahan Maret menjadi 11,4 persen, melampaui puncak yang tercatat pada Agustus 2024.
"Kasus COVID-19 di Hong Kong saat ini cukup tinggi," kata Kepala Bagian Penyakit Menular di Pusat Perlindungan Kesehatan, Albert Au, dinukil dari Independent UK, Selasa 20 Mei 2025.
Sementara itu, di Singapura, Kementerian Kesehatan setempat mengeluarkan pembaruan data pasien COVID-19 pertama dalam sekitar satu tahun.
Berdasarkan data per 3 Mei 2025, Singapura mencatat adanya peningkatan signifikan dalam jumlah kasus infeksi.
Thailand juga melaporkan peningkatan kasus COVID-19 dalam beberapa pekan terakhir. Otoritas kesehatan setempat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan guna menekan laju penularan.
Di China, beberapa kota besar mengalami lonjakan kasus COVID-19, mendorong pemerintah setempat untuk memperketat langkah-langkah pencegahan, termasuk pengujian massal dan pembatasan mobilitas di area terdampak.