Penanggulangan Cepat Gempa Bengkulu: BNPB dan Pemda Wujudkan Makna "Veni, Vidi, Vici"
- Humas BNPB
Padang – Ungkapan klasik Julius Caesar, "Veni, Vidi, Vici" (Saya datang, saya melihat, saya menaklukkan), seolah menemukan relevansinya dalam upaya cepat penanggulangan gempa bumi bermagnitudo 6.0 di Bengkulu.
Dalam empat hari pascabencana, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama unsur pemerintah daerah Provinsi Bengkulu telah menunjukkan respons yang sigap dan efektif.
Gempa bumi yang terjadi pada Jumat pekan kemarin telah merusak 155 unit rumah. Menanggapi situasi ini, Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto., segera memerintahkan jajarannya untuk bergerak cepat, memberikan dukungan dan pendampingan kepada pemerintah daerah serta masyarakat terdampak.
Komando dari Kepala BNPB, yang juga merupakan arahan langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto, direspon sigap oleh seluruh jajaran.
BNPB segera meluncur ke lokasi kejadian, menyusul langkah cepat pemerintah daerah Provinsi Bengkulu yang telah lebih dahulu memulai penanganan darurat.
Hingga Senin kemarin, penanganan darurat gempa bumi telah berjalan lancar, bahkan kini telah memasuki fase transisi menuju pemulihan.
Suharyanto telah menyaksikan langsung bagaimana seluruh arahannya diimplementasikan dengan baik.
Berbagai kebutuhan dasar warga terdampak, mulai dari pendirian posko darurat, pengoperasian dapur umum, penyediaan tenda darurat, pelayanan kesehatan, hingga program trauma healing, telah terpenuhi dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Saya telah datang, melihat, mendengar, dan merasakan bahwa penanganan gempa bumi di Bengkulu ini berjalan dengan baik,” kata Suharyanto, Selasa 27 Mei 2025.
Dia mengapresiasi penanganan yang cepat dari Pemerintah Provinsi Bengkulu, Pemerintah Kota Bengkulu, serta unsur TNI-Polri yang sangat sigap. Sehingga pada hari ketiga pun proses penanganannya sudah sangat terlihat
Dalam kunjungannya ke lokasi terdampak paling parah di Perumahan Rafflesia Asri, Betungan, Kota Bengkulu, berdialog langsung dengan warga. Dari percakapan tersebut, nyaris tidak ada keluhan berarti yang disampaikan.
Justru, warga kata Suharyanto menunjukkan antusiasme tinggi saat pimpinan tertinggi BNPB itu datang memberikan pemahaman mengenai langkah-langkah penanganan selanjutnya.
Suharyanto meyakinkan warga bahwa pemerintah tidak akan membiarkan mereka menghadapi kemalangan pascagempa sendirian dan berlarut-larut.
Pemerintah tidak hanya berjanji, melainkan langsung memberikan bukti nyata hingga fase rehabilitasi dan rekonstruksi.