Antisipasi Banjir Lahar Dingin, Alat Peringatan Dini Dipasang di Gunung Semeru

Peringatan Dini Banjir Gunung Semeru
Sumber :
  • Humas BNPB

Padang – Sebagai salah satu gunung api teraktif di Indonesia, Gunung Semeru terus menunjukkan aktivitasnya.

img_title BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Sumbar: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Melanda Sejumlah Wilayah

Berada di Level II (Waspada), gunung dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut ini telah mengalami erupsi sebanyak 2.449 kali sepanjang tahun 2025. 

Menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), selain ancaman awan panas, potensi bahaya sekunder berupa banjir lahar dingin juga sangat tinggi, terutama saat musim hujan tiba.

img_title Laporan Kebencanaan BNPB Juni 2026: Banjir Sulteng, Rob Jawa Tengah, hingga Karhutla di Situbondo

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyebut bahwa berdasarkan kajian risiko, ada tiga daerah aliran sungai (DAS) yang paling berpotensi terdampak lahar dingin, yaitu Sungai Besuk Kobokan, Sungai Besuk Lanang, dan Sungai Regoyo. 

"Potensi ini bukan sekadar teori. Pada 2024, banjir lahar dingin yang dipicu hujan lebat meluap dari DAS Regoyo, Mujur, dan Glidik, merusak 17 jembatan, menghancurkan empat rumah, dan bahkan menewaskan dua warga,"kata Abdul Muhari, Sabtu 20 September 2025.

img_title Prakiraan Cuaca Sumbar Tiga Hari ke Depan: Simak Wilayah yang Berpotensi Hujan Sedang-Lebat

Ia menambahkan, menyikapi potensi dan insiden tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengambil langkah proaktif dengan menambah unit alat peringatan dini banjir lahar dingin di kawasan Gunung Semeru. 

"Penguatan ini didukung oleh Pemerintah Swiss melalui Swiss Agency for Development and Cooperation (SDC),"ujarnya.

Menurut Abdul Muhari, dua alat utama yang dipasang adalah Automatic Rain Gauge (ARG) atau penakar hujan otomatis dan Automatic Weather Station (AWS) atau stasiun cuaca otomatis. 

Sensor-sensor ini dilengkapi dengan panel surya dan sistem teletransmisi untuk melengkapi jaringan pemantauan yang sudah ada dari BMKG dan PVMBG.

Pemasangan sensor-sensor baru ini merupakan kolaborasi erat antara BNPB, PVMBG, BMKG, dan BPBD Kabupaten Lumajang. Pemasangan ARG dilakukan di empat stasiun, sementara AWS dipasang di stasiun Argosuko.

Sistem baru ini diharapkan dapat memantau aliran dari hulu hingga hilir, dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat di empat desa prioritas yakni, Jugosari, Gondoruso, Pasrujambe, dan Kertosari. 

"Dengan kerja sama lintas lembaga ini, diharapkan sistem pemantauan dan peringatan dini bencana lahar hujan di Gunung Semeru dapat berjalan lebih efektif, terkoordinasi, dan mampu melindungi keselamatan masyarakat,"tutup Abdul Muhari.