Infrastruktur Pencegah Erosi Pelindung Ratusan Rumah Warga Koto Tangah Mulai Dikerjakan
- Diskominfo Kota Padang
Padang – Warga Parak Buruk, Kelurahan Batipuh Panjang, Kecamatan Koto Tangah, tidak lagi dihantui kecemasan saat hujan deras.
Keresahan mereka tentang ancaman banjir dan gerusan tebing sungai terobati setelah Pemerintah Kota Padang merealisasikan pembangunan oprit jembatan dan pemasangan batu beronjong di kawasan tersebut.
Wali Kota Padang, Fadly Amran menyebut bahwa, pembangunan infrastruktur ini merupakan kolaborasi antara Pemko Padang dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V.
"Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Padang mengerjakan pembangunan oprit jembatan sepanjang 100 meter, sementara BWS Sumatera V melaksanakan pemasangan batu beronjong sepanjang 150 meter,"kata Fadly Amran dikutip daru keterangan tertulis, Minggu 28 September 2025.
Lebih lanjut Fadly Amran, pembangunan ini adalah respons cepat pemerintah atas aduan masyarakat agar warga merasa lebih aman dan nyaman.
"Kita ingin hasil pembangunan tidak hanya memperkuat jembatan, tapi juga benar-benar memberi manfaat besar bagi masyarakat,” ujarnya.
Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Tri Hadiyanto, menjelaskan bahwa pembangunan oprit di Parak Buruk merupakan bagian dari paket pembangunan jembatan tahap I.
Total anggaran yang disiapkan melalui APBD Kota Padang tahun ini mencapai Rp1,53 miliar. Proyek di Parak Buruk ini dikerjakan oleh CV Arsa Nusantara Persada dan ditargetkan selesai pada 15 Desember 2025.
Sementara itu, PPKOP BWS Sumatera V Padang, Satriawan, menekankan bahwa pemasangan batu beronjong sangat penting untuk menjaga stabilitas sungai.
“Selain melindungi infrastruktur jembatan, pembangunan beronjong ini juga melindungi pemukiman warga di bantaran sungai dari ancaman erosi,” tutupnya.