Tragedi di Sidoarjo: Pondok Pesantren Al Khoziny Roboh Saat Pengecoran, Puluhan Santri Jadi Korban

Pencarian Korban Runtuhan Bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny
Sumber :
  • Humas BNPB

Padang – Insiden tragis yang disebabkan oleh dugaan kegagalan konstruksi terjadi di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

img_title Cara Meminimalkan Risiko Jadi Sasaran Begal

Bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny yang berlokasi di Jalan Khr. Abbas I No. 18, Buduran, roboh pada Senin 29 September 2025 sekitar pukul 15.00 WIB.

Peristiwa nahas ini terjadi saat berlangsungnya proses pengecoran lantai empat bangunan tersebut.

img_title Viral! Penampilan Juicy Luicy di Highland Fest 2026 Bukittinggi Diwarnai Insiden Kebakaran Panggung

Kejadian bermula sejak pagi hari ketika pengecoran lantai empat pondok pesantren dilaksanakan.

Puncak bencana terjadi menjelang salat Asar berjamaah, sekitar pukul 15.00 WIB. Diduga kuat, tiang pondasi tidak mampu menahan beban material pengecoran yang sedang berjalan.

img_title Korban Terakhir Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Galodo Solok Ditutup

Akibatnya, struktur bangunan runtuh secara mendadak, ambruk hingga ke lantai dasar dan menimpa puluhan santri serta pekerja yang berada di dalam dan sekitar area.

"Hingga Selasa total 102 korban telah dievakuasi,"kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Selasa 30 September 2025.

Ia menambahkan, sebanyak 91 orang berhasil melakukan evakuasi secara mandiri, sementara 11 korban lainnya dibantu oleh tim SAR gabungan.

Sayangnya, satu dari 11 korban yang dievakuasi tim SAR ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Sementara itu, 77 korban luka-luka telah dilarikan ke sejumlah rumah sakit, meliputi RSUD Sidoarjo (34 jiwa), RS Siti Hajar (38 jiwa), dan RS Delta Surya (4 jiwa).

Dia bilang, tim gabungan penanganan bencana masih terus berjuang di lokasi. Dilaporkan masih ada 38 orang yang belum ditemukan dan diduga terjebak di bawah reruntuhan material bangunan.

Operasi pencarian dan evakuasi dipimpin oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidoarjo bersama BASARNAS, BPBD Provinsi Jawa Timur, Forkopimda Sidoarjo, serta dukungan dari BPBD dan relawan SAR dari Kota Surabaya, Gresik, Nganjuk, Mojokerto, dan Jombang.

Fokus utama tim di lapangan saat ini adalah melakukan pencarian korban yang hilang, asesmen mendalam terhadap lokasi kejadian, pemantauan struktur bangunan yang tersisa agar tidak terjadi keruntuhan susulan, dan penyiapan jalur evakuasi yang aman bagi para korban. Upaya penyelamatan ini terus dilakukan tanpa henti.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan bahwa insiden ini tergolong bencana kegagalan teknologi.

BNPB mengingatkan pentingnya antisipasi melalui penerapan standar keselamatan konstruksi yang ketat pada setiap pembangunan.

Halaman Selanjutnya
img_title