Enam Agenda Strategis Dharmasraya Diusung ke Kementan: Bupati Annisa Suci Kejar Pendirian Pabrik Kelapa Sawit

Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani (kanan)
Sumber :
  • Kominfo Pemkab Dharmasraya

Padang – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya mengambil langkah proaktif dalam memperkuat fondasi ekonomi berbasis perkebunan.

img_title Bupati Dharmasraya Tekankan Pentingnya Kode Etik Jurnalistik, Wartawan Berintegritas tak akan Tergantikan AI

Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, beberapa waktu lalu melakukan pertemuan strategis dengan Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Abdul Roni Angkat, di Jakarta, membahas berbagai agenda untuk mengoptimalkan potensi perkebunan daerah.

Dalam pertemuan tersebut, Annisa menyampaikan enam agenda penting yang akan ditindaklanjuti Pemkab Dharmasraya bersama kementerian terkait.

img_title Gubernur Mahyeldi Tegaskan Pendidikan Alat Ampuh Putus Kemiskinan

Agenda ini fokus pada peningkatan nilai tambah, produktivitas, dan keberlanjutan sektor perkebunan.

Salah satu fokus utama yang didorong Annisa adalah, rencana pendirian pabrik kelapa sawit (PKS). Rencana ini diupayakan melalui dua jalur yakni, melalui dukungan BPDPKS.

img_title Pantau Kebersihan Pasar Pusat, Hendri Arnis Instruksikan Damkar Semprot Area Toilet yang Berbau

Pemkab Dharmasraya kata Annisa, saat ini sedang menyiapkan proposal lengkap beserta data pendukung untuk meminta dukungan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit.

Lalu, kerja sama PTPN dengan melakukan penjajakan kerja sama dengan PTPN untuk pendirian PKS guna memperkuat hilirisasi industri sawit daerah dan membuka lapangan kerja baru.

“Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan masyarakat, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat hilirisasi industri sawit daerah,” ujar Annisa.

Terkait keberlanjutan dan produktivitas perkebunan rakyat, Annisa juga mengusulkan pembaruan data program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) berdasarkan umur tanam, dengan target minimal seribu hektare per tahun. Data yang akurat dinilai krusial agar program PSR lebih tepat sasaran.

Selain kelapa sawit, dalam pertemuan itu kata Annisa, juga membahas tindak lanjut proposal pengembangan komoditas kopi seluas 2 ribu hektare.

"Program ini direncanakan dalam bentuk bantuan bibit dan penanaman, menjadi bagian dari strategi diversifikasi komoditas unggulan Dharmasraya,"kata dia lagi.

Lebih lanjut, Bupati Annisa turut mengajukan usulan program peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), sarana dan prasarana, serta bantuan pupuk kepada BPDPKS untuk memperkuat kapasitas petani.

Di sisi lain, Annisa juga menyerahkan surat resmi kepada Ditjen Perkebunan terkait SK Menteri ATR/BPN mengenai perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU) di beberapa wilayah Dharmasraya.

Hal ini dilakukan untuk memastikan keberlanjutan pengelolaan lahan perkebunan dengan dukungan data teknis dari Pemkab.

Halaman Selanjutnya
img_title