Polisi Amankan Harta Dosen Erni Yuniati Yang Dibawa Kabur Usai Diperkosa dan Dibunuh Bripda Waldi
- FB Erni Yuniarti
Padang – Proses hukum terhadap Bripda Waldi, oknum anggota Polres Tebo, yang menjadi tersangka pembunuhan dan pemerkosaan terhadap Dosen Erni Yuniati, terus berjalan serius.
Kepolisian tidak hanya fokus pada pengakuan pelaku, tetapi juga mengumpulkan bukti-bukti forensik kunci.
Dosen cantik yang sehari-hari mengajar di Keperawatan Institut Administrasi dan Kesehatan Setih Setio (IAKSS) Muaro Bungo, Jambi ini, ditemukan tewas didalam kamarnya dengan kondisi tertutup kain sarung pada Sabtu 1 November 2025 pukul 13.00 WIB.
Dari penangkapan tersangka di Kabupaten Tebo, polisi berhasil menyita sejumlah barang bukti penting yang dibawa kabur Bripda Waldi usai kejadian.
Barang bukti tersebut antara lain mobil Honda Jazz putih, sepeda motor Honda PCX, dan handphone iPhone milik korban.
Seluruh barang bukti tersebut kini dikirim untuk pemeriksaan laboratorium forensik guna melengkapi berkas penyidikan.
Mengingat status Waldi sebagai aparat penegak hukum, sanksi yang menantinya dipastikan berlapis dan sangat berat.
Pelaku terancam sanksi pidana berat atas dakwaan pembunuhan dan pencurian disertai kekerasan. Selain itu,
Waldi juga akan menjalani proses sanksi etik Polri yang berujung pada Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) dari institusi kepolisian.
Kapolres Bungo AKBP Natalena Eko Cahyono dalam konferensi pers, Minggu 2 November 2025, menyampaikan bahwa pelaku telah diamankan dan menjalani pemeriksaan intensif.
“Polri tidak akan mentolerir pelanggaran hukum sekecil apa pun, apalagi dilakukan oleh anggota,” kata Natalena Eko Cahyono dikutip dari keterangan tertulis, Selasa 4 November 2025.
Kata dia, hasil autopsi menunjukkan adanya kekerasan fisik dan dugaan kekerasan seksual terhadap korban.
Dari hasil penyidikan, pelaku mengakui perbuatannya dengan motif sementara dipicu masalah pribadi dan asmara.
Langkah cepat Polres Bungo dalam mengungkap kasus kurang dari 24 jam mendapat apresiasi langsung dari Pemerintah Kabupaten Bungo.
Wakil Bupati Bungo, Tri Wahyu Hidayat, menyatakan apresiasinya terhadap kinerja kepolisian. “Ini bukti keseriusan Polri menegakkan hukum secara profesional dan transparan. Kami berharap kasus ini diusut tuntas tanpa ada yang ditutup-tutupi,” ujar nya.
Saat ini, meskipun tersangka utama telah ditangkap, penyidik masih bekerja keras mendalami kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat atau membantu Bripda Waldi dalam melancarkan aksi kejahatan dan pelariannya, demi memastikan keadilan bagi korban Dosen Erni Yuniati.