Begini Kronologi Penemuan Jasad Dosen Erni Yuniati Yang Diperkosa dan Dibunuh Bripda Waldi

Erni Yuniarti
Sumber :
  • FB Erni Yuniarti

Padang – Kasus pembunuhan yang menimpa seorang dosen di Jambi, Erni Yuniati, mengguncang masyarakat dan dunia pendidikan.

img_title Bripda Waldi, Tersangka Pemerkosa dan Pembunuh Dosen Erni Yuniati Resmi dipecat dari Polri

Dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kabupaten Bungo itu ditemukan tewas di dalam kamarnya.

Penemuan jasad Erni bermula dari kecurigaan rekan-rekannya di kampus yang menyadari bahwa ia tidak masuk kerja selama dua hari tanpa kabar.

img_title Fakta Baru Kasus Kematian Dosen Erni Yuniati: Benarkah Diperkosa Setelah Dibunuh Oknum Polisi Bripda Waldi ?

Karena khawatir, beberapa rekan dosen mendatangi rumahnya di Perumahan Al-Kausar, Dusun Sungai Mengkuang, Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo.

Setibanya di lokasi, mereka memanggil korban berulang kali namun tidak mendapat jawaban. Pintu rumah kemudian dibuka, dan mereka terkejut mendapati Erni sudah tidak bernyawa di atas tempat tidur, dengan kepala tertutup bantal.

img_title Bahaya Erotomania dan Gagal Kelola Emosi Pasca Cinta Ditolak

Warga sekitar yang mendengar kabar itu langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kota Muara Bungo.

Tak lama setelah laporan diterima, tim dari Polsek Kota Muara Bungo bersama Inafis Polres Bungo datang ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Petugas mengumpulkan bukti-bukti penting, memeriksa kondisi tubuh korban, serta menelusuri rekaman CCTV di sekitar rumah untuk mengidentifikasi siapa saja yang terakhir kali mendatangi tempat tinggal korban.

Petugas juga mengevakuasi jenazah Erni ke rumah sakit untuk dilakukan visum et repertum oleh tim medis forensik.

Dari hasil visum sementara, tim forensik menemukan luka lebam di wajah, kedua bahu, dan leher korban. Selain itu, terdapat luka di kepala yang diduga akibat hantaman benda tumpul.

Lebih mengejutkan lagi, dokter forensik menemukan cairan sperma di pakaian korban, yang memperkuat dugaan bahwa Erni mengalami kekerasan seksual sebelum dibunuh.

Dokter memperkirakan korban telah meninggal sekitar 12 jam sebelum ditemukan, dengan tanda-tanda awal pembusukan yang mulai terlihat.

Luka di leher korban menunjukkan adanya tekanan kuat atau cekikan, menandakan bahwa kematian Erni disebabkan oleh kekerasan fisik berat.

Kasus ini kini dalam penanganan serius pihak kepolisian. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, polisi mengamankan seorang oknum anggota kepolisian bernama Bripda Waldi, yang diduga kuat terlibat dalam kematian korban.

Kasus ini tengah ditangani oleh Polda Jambi, dengan melibatkan tim Reskrim Polres Bungo untuk pengembangan lebih lanjut.

Halaman Selanjutnya
img_title