Andre Rosiade Minta Pertamina Evaluasi Prediksi Stok BBM Pasca Gangguan Distribusi Akibat Faktor Cuaca
- Padang Viva / Andri Mardiansyah
Padang – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, dari Fraksi Gerindra, melakukan inspeksi mendadak (sidak) di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kawasan Bypass Kota Padang, Minggu 9 November 2025.
Sidak yang dilakukan bersama pejabat PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut ini, bertujuan menanggapi laporan masyarakat mengenai antrean panjang dan dugaan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, khususnya Solar dan Pertalite.
Berdasarkan data rilis Pertamina, ketersediaan BBM Solar di Sumatera Barat saat ini berada di angka 1.605 kiloliter per hari, meningkat 16 persen dari kuota tahun 2024 yang hanya 1.493 kiloliter per hari.
Andre Rosiade menjelaskan bahwa permasalahan antrean beberapa hari terakhir disebabkan, oleh kendala distribusi angkutan laut akibat cuaca buruk. Keterlambatan kedatangan kapal yang membawa Pertalite maupun Solar menjadi pemicunya.
"Kami sudah berkoordinasi dengan Pertamina. Masalahnya memang terjadi permasalahan soal distribusi angkutan laut karena cuaca yang buruk. Kapal terlambat tiba," kata Andre Rosiade, Minggu 9 November 2025.
Andre memastikan, kapal pengangkut BBM Sabtu malam tadi, sudah bersandar di Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS) PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Teluk Kabung, Kota Padang.
"Jadi insya Allah mulai dua hari ke depan ya, mulai besok kemudian situasi sudah mulai normal kembali,"ujar Andre.
Politisi Gerindra ini menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir. Kuota BBM untuk Sumatera Barat telah dinaikkan sebesar 16 persen dari tahun sebelumnya, yang dinilai sudah mencukupi kebutuhan. Masalah yang terjadi saat ini, hanyalah kendala distribusi sementara.
"Stok Solar kita untuk 12 hari ke depan cukup. Stok Pertalite kita juga cukup untuk 12 hari ke depan," kata Andra.
Andre Rosiade juga menyampaikan bahwa stok Pertamax Turbo dan Pertamax juga dipastikan aman dengan kapal pengangkut yang akan segera masuk.
Andre Rosiade memberikan masukan tegas kepada Pertamina agar masalah keterlambatan pasokan akibat cuaca buruk tidak terulang, terutama menjelang akhir tahun.
"Ini jadi masukan bagi Pertamina. Kita berharap Pertamina memprediksi permasalahan ini (faktor cuaca). Jangan sampai kapal terlambat, lalu stok juga habis," tutupnya.