Gontor dan Sumbar Wujudkan Wakaf Berkelanjutan Lewat Konferensi Internasional
- Padang Viva
Padang – Pondok Modern Darussalam Gontor melakukan sinergi dalam sektor wakaf bersama Pemerintah Daerah Sumatera Barat.
Upaya sinergitas antara lembaga pendidikan Islam dan pemerintah tersebut diwujudkan dalam bentuk Konferensi Wakaf Internasional atau International Waqf Conference (IWC) yang digelar di Ballroom Hotel Truntum l, Padang, Sabtu 15 November 2025.
Dalam sambutannya, Pimpinan Gontor, KH. Hasan Abdullah Sahal menyampaikan harapannya agar kerja sama dalam wakaf tersebut dapat berkesinambungan di masa depan.
Menurutnya, gagasan mengenai wakaf tersebut tidak boleh hanya menjadi sekedar teori yang diajarkan di ruang kelas maupun seminar, namun harus menjadi tren dan praktik nyata dalam kehidupan.
"Buah pertemuan kita ini jangan hanya berhenti di sini, tetapi harus berkelanjutan,” kata Kiai Hasan.
Apa yang disampaikan Kiai Hasan juga didukung oleh Wakil Presiden ke-13 KH. Ma'ruf Amin yang berharap kegiatan wakaf dapat membumi di seluruh wilayah nusantara.
Dirinya juga menceritakan pengalamannya selama lima tahun menjadi RI 2 dan berkiprah dalam pembangunan ekonomi syariah. Dia berharap gagasan wakaf dapat menjadi penopang bagi pembangunan Indonesia.
“Wakaf tidak hanya harus dipahami sebagai praktik spiritual, tetapi juga sebagai kekuatan ekonomi yang menyejahterakan,” kata Ma'ruf Amin.
Sebagai tuan rumah, Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi mengapresiasi atas ide dan gagasan mengenai wakaf.
Dirinya berharap kepada tidak hanya kepada masyarakat di Sumatra Barat namun juga seluruh diaspora Minang di penjuru dunia untuk mendukung aksi gerakan wakaf.
“Melalui forum ini, sinergi antara ranah dan rantau, ulama dan akademisi, bukan hanya menjadi simbolik tetapi harus menjadi motor penggerak umat,” ungkap Mahyeldi.
Hadir dalam forum tersebut, Wakil Grand Syaikh Al-Azhar, Prof. Dr. Ahmad Ad-Duwaini; Menteri Agama RI, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A.; serta Ketua MPR RI, H. Ahmad Muzani. Kehadiran mereka menegaskan posisi konferensi ini sebagai forum strategis lintas negara.