Pascabencana Sumbar, Gubernur Mahyeldi Minta ASN Kerja Adaptif dan Prioritaskan Inovasi
Padang – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, memberikan teguran keras sekaligus motivasi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Sumbar.
Ia menegaskan agar seluruh pegawai bekerja dengan orientasi dampak nyata bagi masyarakat, bukan sekadar terjebak dalam rutinitas proses dan administrasi.
Hal tersebut ditegaskan Mahyeldi saat memimpin Apel Gabungan Awal Tahun 2026 di halaman Kantor Gubernur Sumbar, Senin 5 Desember 2026.
Momentum ini disebutnya sebagai waktu strategis untuk memperkuat komitmen pelayanan publik, terutama setelah Sumbar dihantam bencana hidrometeorologi besar pada November 2025 lalu.
“Pemerintah harus betul-betul hadir di tengah masyarakat, terutama dalam kondisi krisis pascabencana. Inilah ujian kita, bagaimana ASN benar-benar mampu melayani secara optimal,” ujar Mahyeldi, Senin 5 desember 2026.
Mahyeldi mengingatkan bahwa masyarakat tidak menunggu laporan administratif, melainkan hasil konkret dan manfaat dari kebijakan pemerintah.
Ia ingin pola kerja cepat dan adaptif saat penanganan bencana beberapa waktu lalu menjadi budaya kerja baru di lingkungan birokrasi.
“Proses itu penting, tetapi yang ditunggu masyarakat adalah hasil dan dampaknya. Di sinilah integritas dan profesionalisme kita diuji. Jangan hanya menggugurkan kewajiban administratif,” tegasnya.
Selain itu, Mahyeldi juga mendorong penguatan kolaborasi antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk menyederhanakan prosedur kerja agar lebih efisien.
Di tengah tantangan fiskal daerah, Mahyeldi meminta setiap OPD untuk lebih kreatif dalam menggali peluang pendapatan guna memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ia menekankan prinsip kehati-hatian namun tetap inovatif dalam mencari sumber anggaran baru sesuai aturan yang berlaku.
Memasuki tahun 2026, prioritas utama Pemprov Sumbar kata Mahyeldi, adalah percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Ia meminta seluruh jajaran bekerja lebih fokus, cepat, dan kolaboratif dengan pemerintah kabupaten/kota serta pusat.
“Keberhasilan daerah tidak bisa dicapai dengan bekerja sendiri. Kita harus proaktif menyelaraskan program dengan pemerintah pusat dan daerah agar pembangunan terpadu,” imbuhnya.
Tak cuma itu, Mahyeldi juga mengajak seluruh ASN mengawali tahun dengan niat yang tulus dan kedisiplinan tinggi.
Ia mengingatkan bahwa tanggung jawab pekerjaan tidak hanya kepada pimpinan, tetapi juga kepada Tuhan Yang Maha Esa.