Malu Tak Lolos Seleksi, Wanita Ini Menyamar Jadi Pramugari Batik Air dan Nekat Naik Pesawat
- Sumber Foto Viva.co.id
Padang – Dunia penerbangan tanah air dihebohkan oleh aksi nekat seorang wanita bernama Khairun Nisa.
Demi menutupi rasa malu kepada keluarga, ia nekat menyamar menjadi pramugari maskapai Batik Air dalam penerbangan rute Palembang (PLM) menuju Jakarta (CGK).
Video penangkapan wanita tersebut viral setelah diunggah akun Instagram @jabodetabek24info.
Dalam video itu, ia tampak mengenakan seragam batik putih lengkap dengan rambut dicepol rapi dan membawa koper, sangat meyakinkan layaknya awak kabin sungguhan.
Aksi penyamaran ini berjalan mulus di awal karena wanita tersebut ternyata memiliki boarding pass yang sah.
Ia membeli tiket sebagai penumpang umum, sehingga berhasil melewati pemeriksaan keamanan bandara di Palembang tanpa kendala.
Saat proses boarding, yang bersangkutan lolos karena memiliki boarding pass. Namun, kecurigaan muncul saat ia sudah berada di dalam pesawat.
Kecurigaan awak kabin yang sedang bertugas muncul saat berinteraksi dengan wanita tersebut.
Saat diajak berkomunikasi mengenai prosedur penerbangan, ia memberikan jawaban yang tidak sinkron dan tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) pramugari aktif.
Setibanya di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, petugas Aviation Security (Avsec) sudah bersiaga untuk melakukan pemeriksaan.
Meski sempat bersikeras mengaku sebagai pramugari yang sedang tidak bertugas, ia gagal menunjukkan identitas resmi. Ia bahkan sempat menunjukkan kartu identitas palsu.
Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam oleh Polresta Bandara Soekarno-Hatta, terungkap motif di balik aksi nekatnya.
Wanita tersebut mengaku pernah melamar sebagai pramugari di maskapai tersebut namun tidak lolos seleksi.
Karena terlanjur malu kepada keluarganya di Palembang, ia membeli seragam pramugari melalui toko online dan mengenakannya seolah-olah sudah resmi bekerja.
Pasca kejadian ini viral, ia pun menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui media sosial.
Peristiwa ini menjadi catatan penting bagi pihak otoritas bandara untuk memperketat pengawasan terhadap atribut maskapai demi menjaga profesionalisme dan keamanan penerbangan.