Kepala BNPB Pastikan Huntara Korban Banjir Bandang Segera Rampung
- BNPB
Padang –Dalam rangka mempercepat pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi warga terdampak bencana, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr. Suharyanto, melakukan kunjungan kerja maraton ke Provinsi Aceh.
Agenda ini fokus pada pemastian target pembangunan fisik serta penguatan pemulihan aspek sosial-ekonomi masyarakat.
Kunjungan diawali dengan peninjauan lapangan di lokasi pembangunan Huntara Desa Manyang Lancok, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya.
Setelah peninjauan Selasa kemarin, Letjen TNI Suharyanto bertolak ke Pendopo Bupati Pidie Jaya untuk memimpin rapat koordinasi dengan pemerintah daerah.
Pertemuan strategis tersebut membahas sinkronisasi langkah percepatan pembangunan hunian serta penguatan manajemen penanganan pascabencana di wilayah tersebut.
Berlanjut ke Kabupaten Bireuen, Kepala BNPB menunjukkan kepedulian terhadap sektor pendidikan keagamaan dengan menyerahkan bantuan ke Dayah/YPI Ummul Ayman di Gampong Putoh, Kecamatan Samalanga.
Bantuan tersebut diterima langsung oleh pimpinan dayah, Waled Nuruzzahri Yahya, yang dilanjutkan dengan dialog hangat antara Kepala BNPB dan para santri.
Bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan dasar dan sarana ibadah, terdiri dari 500 set peralatan shalat, 300 Al-Qur’an, 5 ton logistik bahan pangan, hingga perlengkapan olahraga.
Paket bantuan ini diharapkan dapat menjaga semangat belajar dan ibadah para santri di lingkungan pondok pesantren.
Masih di Kabupaten Bireuen, Kepala BNPB memberikan sambutan utama dalam acara penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi warga terdampak.
Acara ini turut dihadiri oleh jajaran Deputi BNPB, Bupati Bireuen, Dandim setempat, serta perwakilan masyarakat penerima manfaat.
Dalam pidatonya, Kepala BNPB menegaskan bahwa lembaga yang dipimpinnya telah mendampingi pemerintah daerah sejak hari pertama bencana.
Berdasarkan validasi data, tercatat ada 2.646 unit rumah kategori rusak berat di Bireuen yang menjadi prioritas utama penanganan.
Warga dengan kategori rumah rusak berat dipastikan mendapatkan Dana Tunggu Hunian sebesar Rp600.000 per keluarga per bulan.
Bantuan stimulan ini diberikan terhitung sejak Desember 2025 hingga proses pembangunan hunian tetap selesai, guna meringankan beban warga yang kini menumpang di rumah kerabat.
Letjen TNI Suharyanto juga mengingatkan bahwa jaminan kebutuhan pokok seperti pangan tetap menjadi prioritas pemerintah pusat dan daerah.