Gencatan Senjata Berujung Tragedi: Israel Gempur Beirut, Iran Siapkan Balasan Besar
- AFP via Al Jazeerah
Padang – Asa dunia untuk melihat ketenangan di Timur Tengah kembali hancur dalam hitungan jam.
Meski Amerika Serikat dan Iran sempat sama-sama mengklaim kemenangan setelah Israel menyepakati gencatan senjata selama dua minggu, situasi di lapangan justru berbalik arah secara drastis pada Rabu sore waktu setempat.
Alih-alih menurunkan senjata, militer Israel justru melancarkan serangan udara besar-besaran yang menyasar area komersial dan pemukiman padat penduduk di pusat kota Beirut.
Serangan mematikan ini terjadi secara tiba-tiba tanpa adanya peringatan evakuasi terlebih dahulu kepada warga sipil yang berada di lokasi.
Dampak dari gempuran tersebut sangat memilukan. Laporan terbaru menyebutkan setidaknya 112 nyawa melayang dan ratusan orang lainnya menderita luka-luka.
Pemandangan di pusat kota Beirut berubah menjadi puing-puing, memicu kepanikan luar biasa di tengah warga yang sebelumnya berharap gencatan senjata akan membawa kedamaian.
Langkah Israel ini langsung memicu kemarahan besar dari Teheran. Iran menilai tindakan tersebut merupakan pelanggaran fatal terhadap kesepakatan gencatan senjata yang baru saja diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Bagi Iran, serangan ini bukan sekadar insiden militer, melainkan pengkhianatan terhadap diplomasi internasional.
Mengutip laporan AP News, Kamis (9/4/2026), tensi panas ini semakin dipertegas oleh pernyataan Komandan Kedirgantaraan Garda Revolusi Iran, Jenderal Seyed Majid Mousavi.
Ia menegaskan bahwa setiap agresi terhadap Lebanon dianggap setara dengan serangan langsung terhadap kedaulatan Iran.
Mousavi memberikan peringatan keras bahwa Teheran tidak akan tinggal diam melihat situasi ini.
Pihaknya mengaku tengah menyiapkan "balasan besar" yang telah dirancang untuk merespons tindakan Israel, meski ia masih merahasiakan detail teknis dari operasi balasan yang dimaksud.
Di sisi lain, Tel Aviv nampaknya sama sekali tidak berniat mengendurkan serangan. Kepala Staf Militer Israel, Letjen Eyal Zamir, menyatakan dengan tegas bahwa negaranya akan terus memanfaatkan setiap celah dan peluang yang ada untuk menghantam kekuatan kelompok Hizbullah di mana pun berada.
Klaim militer Israel pun cukup mengejutkan; mereka menyatakan telah berhasil menggempur lebih dari 100 target di Lebanon hanya dalam durasi 10 menit pada hari Rabu.