Lecehkan Penumpang Saat Tidur, Oknum Kernet Bus Putra Rafflesia Dilaporkan ke Polisi

Oknum kernet bus PO Putra Rafflesia yang melakukan pelecehan seksual ke salah satu penumpang
Sumber :
  • IST

PadangKasus dugaan pelecehan seksual di transportasi umum kembali mencoreng dunia jasa angkutan darat. Seorang perempuan muda berinisial LT (19), warga Bandar Lampung, secara resmi melaporkan oknum kernet bus PO Putra Rafflesia berinisial B-B ke pihak kepolisian. Laporan tersebut dilayangkan setelah korban diduga menjadi sasaran tindakan tidak senonoh saat melakukan perjalanan menuju Kota Bengkulu pada 27 Maret 2026 lalu.

img_title Polresta Padang Pecat Delapan Personel Lewat Upacara PTDH, Ini Alasannya

Peristiwa yang menggemparkan ini terjadi di tengah perjalanan saat bus melintasi kawasan Betungan, Bengkulu. Saat itu, korban yang sedang melakukan perjalanan, tengah tertidur pulas di dalam bus. Dalam kondisi tidak berdaya, diduga oknum kernet tersebut memanfaatkan situasi untuk melancarkan aksi bejatnya.

Kuasa hukum korban, Iwan Santoso, mengungkapkan bahwa tindakan tersebut tidak terjadi hanya sekali. Berdasarkan keterangan korban, pelaku diduga melakukan perbuatan pelecehan tersebut sebanyak dua kali saat korban berada dalam kondisi tidak sadar.

img_title Pengantar Es Kristal di Padang Diserang Samurai Saat Bekerja, Polisi Buru Pelaku

“Korban sedang tertidur ketika kejadian berlangsung. Perbuatan itu terjadi dua kali dan jelas menimbulkan dampak serius, baik secara moral maupun psikologis bagi klien kami,” ujar Iwan saat memberikan keterangan pers.

Kernet itu pun mengakui tindakannya dan pasrah seraya berulang kali meminta maaf ketika dikonfrontasi keluarga korban.

img_title Viral! Video Pengendara Mobil Ngaku Dipukul Dirreskrimum Polda Sumbar di Jalan

Iwan menambahkan, sebelum akhirnya menempuh jalur hukum, pihak korban sebenarnya telah berupaya menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan. Pihak keluarga sempat melakukan mediasi dengan manajemen perusahaan otobus. Namun, hasil yang diperoleh dari mediasi tersebut dinilai tidak memenuhi rasa keadilan bagi korban, sehingga pihak keluarga memutuskan untuk membawa kasus ini ke ranah hukum.

Di sisi lain, manajemen PO Putra Rafflesia menanggapi serius insiden ini. Perwakilan perusahaan, Andi, menyampaikan penyesalan mendalam atas kejadian yang menimpa penumpang mereka. Ia menegaskan bahwa tindakan yang dilakukan oleh oknum kernet tersebut sama sekali tidak mencerminkan nilai maupun standar pelayanan yang selama ini dijaga oleh perusahaan.

“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Tindakan tersebut mencoreng nama baik perusahaan. Sebagai bentuk pertanggungjawaban serta komitmen kami dalam memberikan rasa aman kepada penumpang, kami telah memberhentikan oknum tersebut,” tegas Andi.

Halaman Selanjutnya
img_title