Sarat Pesan Moral, Serial Upin & Ipin Kisahkan Makna Ikhlas Berqurban Melalui Episode "Amal Jariah"

Upin Ipin dan Teman-Teman
Sumber :
  • Disney Hostar

Padang – Serial animasi populer asal Malaysia, Upin & Ipin, kembali menghadirkan tayangan edukatif yang sarat akan nilai-nilai keislaman menyambut momentum Hari Raya Idul Adha.

img_title Libur Panjang Idul Adha, KAI Sumbar Sediakan 13.884 Tiket Kereta Api Tambahan

Melalui episode bertajuk "Amal Jariah", petualangan si kembar berkepala botak ini fokus mengupas esensi ibadah qurban, pengelolaan tabungan terencana, serta pentingnya keikhlasan dalam beramal.

Cerita diawali dengan aktivitas gotong royong di surau Kampung Durian Runtuh, di mana Upin, Ipin, dan kawan-kawan menentukan pembagian tugas mengemas ruangan melalui permainan tradisional lattalilat.

img_title Terbongkar! Alasan Mengapa Kepala Upin dan Ipin Selalu Botak

Di sela-sela kegiatan tersebut, mereka mendengar perbincangan para tetua kampung mengenai rencana pelaksanaan ibadah qurban, yang kemudian memicu rasa ingin tahu anak-anak tersebut.

Suasana surau menjadi hidup saat Mail datang dan memasukkan sejumlah uang ke dalam tabung sedekah dengan bangga, seraya menyebut rezekinya sedang berlimpah dari hasil berniaga.

img_title Pertagas Salurkan 475 Hewan Kurban ke 11 Provinsi di Indonesia

Melihat hal itu, Tok Dalang yang juga hendak bersedekah langsung memberikan edukasi moral kepada anak-anak agar selalu menanamkan sifat ikhlas dan tidak perlu memamerkan jumlah nominal sumbangan.

Edukasi mengenai pengelolaan finansial untuk ibadah keagamaan berlanjut pada keesokan harinya di kediaman Opah saat momen sarapan pagi.

Kak Ros menjelaskan kepada Upin dan Ipin bahwa uang simpanan bulannya sengaja disisihkan ke dalam program Tabung Ibadah Qurban agar dirinya bisa ikut serta menyumbang hewan qurban secara terencana demi kemaslahatan masyarakat.

Opah yang ikut bergabung di dapur turut memberikan apresiasi tinggi terhadap keberadaan sistem tabungan qurban tersebut. Menurut Opah, program finansial berbasis syariah itu sangat efektif dalam menyadarkan sekaligus memudahkan masyarakat luas untuk menunaikan ibadah qurban secara terstruktur setiap tahunnya.

Namun, alur cerita mulai mengalami ketegangan komedi saat Tok Dalang datang ke rumah Opah dan menyampaikan niatnya untuk mencari lembu bernama "Sapi" untuk dijadikan hewan qurban.

Mendengar hal tersebut, Upin dan Ipin langsung mengalami salah paham dan menjadi panik karena mengira Tok Dalang akan menyembelih "Sapy", yakni maskot lembu peliharaan Uncle Muthu.

Didorong rasa takut kehilangan hewan kesayangan mereka, Upin dan Ipin secara sembunyi-sembunyi membawa Sapy pergi dari kedai Uncle Muthu menuju halaman belakang rumah mereka.

Halaman Selanjutnya
img_title