Daging Kurban Cepat Busuk dan Berbau? 5 Tips Menangani Daging Kurban yang Benar Sebelum Disimpan di Kulkas
- istockphoto
Padang – Momen Hari Raya Iduladha selalu diiringi dengan melimpahnya persediaan daging kurban, baik daging sapi maupun kambing. Namun, kekeliruan dalam menangani daging segar ini masih sering terjadi di tingkat rumah tangga. Salah satu kebiasaan yang paling sering dijumpai adalah langsung memasukkan daging kurban yang baru diterima ke dalam freezer atau kulkas.
Para ahli pangan dan kesehatan melarang keras kebiasaan langsung membekukan daging kurban tanpa penanganan yang tepat. Daging yang baru disembelih biasanya masih berada dalam kondisi hangat dan mengalami proses rigor mortis (kekakuan otot). Jika langsung terpapar suhu dingin ekstrem, kualitas daging justru akan menurun, menjadi cepat busuk saat dicairkan, dan rentan terkontaminasi bakteri.
Untuk menjaga kualitas nutrisi dan higienitasnya, berikut adalah 5 tips penting dalam menangani daging kurban sebelum disimpan di dalam kulkas:
1. Jangan Mencuci Daging dengan Air
Banyak orang merasa daging kurban kotor karena proses distribusi, lalu langsung mencucinya di bawah air mengalir. Faktanya, mencuci daging mentah justru akan menyebarkan bakteri (seperti Salmonella atau E. coli) ke seluruh permukaan daging dan fasilitas dapur melalui cipratan air. Air juga akan meresap ke dalam serat daging, membuatnya lebih cepat membusuk. Cukup bersihkan kotoran yang menempel menggunakan tisu dapur bersih dengan cara ditepuk-tepuk.
2. Biarkan Daging Mengalami Proses Aching (Pelayuan)
Sebelum masuk ke dalam suhu dingin, biarkan daging kurban beradaptasi terlebih dahulu di suhu ruangan yang sejuk atau area yang berangin selama 1 hingga 2 jam. Proses pelayuan ini membantu otot-otot daging menjadi lebih rileks setelah disembelih, sehingga teksturnya nanti tidak akan menjadi terlalu keras atau alot saat dimasak.
3. Potong Daging Menjadi Ukuran Kecil (Porsi Sekali Masak)
Jangan pernah menyimpan daging dalam bongkahan yang besar. Potong-potong daging kurban menjadi ukuran kecil atau sesuaikan dengan takaran sekali masak. Langkah ini mempermudah proses pencairan (thawing) di kemudian hari. Anda hanya perlu mengambil satu porsi kecil yang dibutuhkan tanpa harus mencairkan seluruh stok daging, yang berisiko merusak kualitas sisa daging lainnya.