BMKG: Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Padang, Dipicu Aktivitas Sesar Mentawai

Gempa bumi magnitudo 4,7 berpusat di barat daya Kota Padang pada Minggu (21/6/2026) sekitar pukul 09.33 WIB, dipicu sesat Mentawai
Sumber :
  • BMKG

Padang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa gempa bumi tektonik bermagnitudo 4,7 yang berpusat di barat daya Kota Padang pada Minggu (21/6/2026) sekitar pukul 09.33 WIB, dipicu oleh aktivitas Sesar Mentawai. Guncangan yang terjadi cukup kuat sehingga sempat mengagetkan warga setempat.

img_title Kondisi Terkini Aktivitas Gunung Marapi Sumatera Barat

Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang, Suaidi Ahadi, menjelaskan hasil analisis BMKG menunjukkan episenter gempa bumi ini terletak pada koordinat 1.25° LS dan 99.8° BT. Tepatnya, pusat gempa berlokasi di laut pada jarak 71 kilometer arah barat daya Padang dengan kedalaman dangkal 24 kilometer.

“Dengan memperhatikan lokasi dan kedalaman pusat gempabumi, gempabumi yang terjadi merupakan gempa dangkal akibat adanya aktifitas Sesar Mentawai,” ujar Suaidi dalam keterangan tertulisnya, Minggu (21/6/2026).

img_title BMKG Rilis Proyeksi Cuaca Sumbar Tiga Hari Ke Depan, Potensi Hujan Meluas pada Malam Hari

Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap), BMKG mencatat dampak getaran gempa ini dirasakan di sejumlah wilayah Sumatra Barat hingga wilayah tetangga. Daerah yang merasakan guncangan tersebut meliputi Kota Padang, Pariaman, Kepulauan Mentawai, Padang Panjang, Bukittinggi, Solok, Muko-Muko, hingga Pasaman Barat.

Suaidi menambahkan, pihak BMKG terus melakukan pemantauan ketat pasca-guncangan utama untuk melihat potensi gempa lanjutan di sekitar zona Sesar Mentawai. Berdasarkan data pemantauan jangka pendek setelah kejadian, pergerakan lempeng di bawah laut tersebut sempat memicu riak susulan berskala kecil.

img_title Rentetan Karhutla Terjang Jateng, Jatim, dan NTB, Bromo Dikepung Api hingga Pintu Wisata Ditutup

“Hingga pukul 09:54:29 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya aktifitas gempa susulan (aftershock) sebanyak satu kali,” ucap Suaidi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan infrastruktur maupun korban jiwa akibat gempa tersebut. BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat instalasi struktur yang kurang kokoh.