Laporan Kebencanaan BNPB Juni 2026: Banjir Sulteng, Rob Jawa Tengah, hingga Karhutla di Situbondo
- IST
Padang – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data mutakhir mengenai serangkaian kejadian bencana alam dan upaya penanganannya di sejumlah wilayah Indonesia hingga Senin 22 Juni 2026.
Laporan yang dihimpun dari sejumlah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) ini mencakup bencana hidrometeorologi basah berupa banjir bandang dan banjir rob, hingga bencana kekeringan berupa kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Peristiwa pertama dilaporkan dari Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah, di mana hujan dengan intensitas tinggi sejak Sabtu kemarin malam memicu luapan sungai ke permukiman warga.
Bencana banjir ini merendam wilayah di empat kecamatan, yang mencakup enam desa terdampak.
Sedikitnya 146 kepala keluarga (KK) terdampak langsung oleh banjir ini, di mana 32 KK di antaranya sempat dievakuasi dan mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Dampak kerugian materiil di Sulawesi Tengah mencakup 166 unit rumah warga terendam, 70 hektare lahan persawahan, serta 2 hektare kebun produktif yang ikut terdampak.
Selain itu, arus banjir yang deras merusak infrastruktur publik dengan rincian tiga unit jembatan rusak berat dan satu saluran air jebol.
Beruntung, tidak ada laporan korban jiwa, dan saat ini banjir dilaporkan mulai berangsur surut seiring warga yang mulai membersihkan rumah mereka.
Sementara itu, bencana banjir rob akibat fenomena pasang air laut kembali melanda wilayah pesisir Kabupaten Pati, Jawa Tengah, pada Sabtu kemarin sore.
Kerusakan diperparah oleh jebolnya tanggul laut di Kecamatan Tayu, sehingga air laut dengan cepat melimpas dan menggenangi kawasan permukiman di Desa Tunggulsari. Tercatat sedikitnya 127 KK terdampak, 73 unit rumah terendam, serta 85 hektare lahan tambak warga ikut tergenang air laut.
Akses transportasi warga Desa Tunggulsari juga sempat lumpuh akibat jalan desa sepanjang 2,3 kilometer terendam banjir rob.
Merespons situasi tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Pati bersama masyarakat langsung bergerak melakukan asesmen darurat.
Langkah penanganan taktis segera dilakukan dengan membangun tanggul darurat menggunakan karung tanah, memasang pipa pengalir, serta memberikan bantuan dana darurat senilai Rp60 juta.
Beralih ke wilayah Jawa Timur, bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Kabupaten Situbondo pada Minggu sore.