Viral Supir Truk Antre Solar di SPBU Dharmasraya, Kaget Ditagih Uang Parkir oleh Dishub
- IST
Padang – Jagat media sosial dihebohkan oleh curhatan seorang supir truk yang mengaku dirugikan oleh oknum petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Supir tersebut dipungut biaya parkir saat tengah menepi di kawasan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk menunggu pasokan solar subsidi yang sedang langka.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sejumlah supir truk yang sedang berhenti di area sekitar SPBU mendadak didatangi oleh petugas Dishub. Petugas tersebut kemudian meminta uang parkir sebesar Rp8.000 khusus untuk kendaraan roda enam ke atas.
Supir truk yang bersangkutan sempat mempertanyakan pungutan tersebut. Pasalnya, petugas menunjukkan karcis parkir resmi yang dilengkapi dengan stempel asli dari Dishub Kabupaten Dharmasraya. Anehnya, karcis tersebut dengan jelas tertulis "Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum", padahal posisi truk mereka sedang berhenti di area operasional SPBU, bukan di bahu jalan raya.
Kondisi ini pun menuai protes keras dari para pengemudi logistik. Supir truk merasa sangat dirugikan dengan adanya pungutan tersebut. Mereka terpaksa berhenti dan memarkirkan kendaraan dalam waktu yang lama bukan karena keinginan pribadi, melainkan demi menunggu kedatangan pasokan solar yang tak kunjung tiba.
"Kami ini sedang kesusahan menunggu solar yang langka di SPBU, malah ditambah beban biaya parkir jalan umum padahal kami parkir di area SPBU," keluh salah satu supir.
Kelangkaan solar subsidi di wilayah Dharmasraya memang dilaporkan terus terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Akibat pasokan yang tersendat, antrean kendaraan besar kerap mengular di sekitar SPBU. Para supir truk berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera mengevaluasi kebijakan pungutan parkir tersebut serta fokus menyelesaikan akar masalah, yaitu kelangkaan bahan bakar yang menghambat aktivitas distribusi logistik mereka.