Oknum Kru Bus Rute Malang-Denpasar Di Pecat Usai Lakukan Pelecehan Seksual ke Penumpang Perempuan
- IST
Padang – Dunia maya dihebohkan oleh pengakuan berani seorang penumpang perempuan berinisial R yang menjadi korban pelecehan seksual di moda transportasi umum. Insiden memilukan ini terjadi di dalam bus antarkota milik perusahaan otobus (PO) MTrans dengan rute perjalanan Malang menuju Denpasar. Kasus ini mencuat ke publik setelah korban memberanikan diri membuka suara melalui media sosial miliknya.
Peristiwa pelecehan tersebut dialami oleh R pada Sabtu, 11 Juli 2026 malam, saat bus sedang melaju dalam perjalanan. Kejadian bermula ketika korban sengaja memilih kursi nomor 7C. Sebelum membeli tiket, R mengaku telah memastikan kepada petugas loket bahwa ia akan duduk bersebelahan dengan sesama penumpang perempuan demi kenyamanan. Namun, saat bus mulai melaju pada pukul 19.20 WIB, kursi di sebelahnya ternyata kosong.
Kondisi kursi kosong ini dimanfaatkan oleh salah seorang kru bus yang bertugas sebagai helper atau kernet. Kru tersebut awalnya mengirimkan pesan WhatsApp kepada R dan menawarkan bantuan untuk merebahkan sandaran kursi agar korban bisa tidur lebih nyaman. Mengira hal itu adalah bagian dari pelayanan fasilitas bus, R mengiyakan tawaran tersebut lalu terlelap kembali dengan tubuh tertutup selimut rapat.
Suasana berubah mencekam saat tengah malam. R terbangun dari tidurnya karena merasakan tepukan di tubuhnya. Mengira kru tersebut hanya ingin membetulkan posisi kursinya, R secara refleks menggeser tubuhnya mendekati jendela. Namun dugaan korban salah besar. Kru bus itu justru langsung duduk di sampingnya, mengambil selimut yang dijadikan bantal oleh R, dan mulai melakukan tindakan cabul.
"Dia malah duduk di kursiku, pakai selimut yang tadi kupakai buat bantal, terus ngebelai rambutku sambil bilang, 'berantakan nih rambutnya karena tidur,'" ungkap R saat memberikan keterangan pada Rabu (15/7/2026).
Mendapat perlakuan tidak menyenangkan tersebut, R langsung menepis tangan pelaku. Alih-alih menjauh, pelaku justru bertindak lebih berani dengan menunjuk bahunya sendiri dan menyuruh korban untuk bersandar. Saat korban menolak keras, pelaku menarik kepala korban secara paksa ke arah bahunya, tetapi korban berhasil menghindar. Sepanjang sisa perjalanan, pelaku tetap bertahan duduk di samping korban dan beberapa kali menyentuhkan kakinya ke kaki korban.