Sungai Batang Anai Berhasil Dinormalisasi, Akses Jembatan di Kayu Tanam Kembali Berfungsi
- Diskominfo Padang Pariaman
Padang – Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berhasil menuntaskan proyek normalisasi Sungai Batang Anai di Nagari Anduriang, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam. Pekerjaan yang berlangsung selama sekitar dua bulan tersebut sukses mengembalikan aliran sungai ke jalur semula, setelah sempat berubah arah akibat bencana hidrometeorologi hebat pada akhir tahun 2025 lalu.
Rampungnya proyek normalisasi ini menjadi langkah penting dalam mengurangi risiko bencana bagi masyarakat setempat, sekaligus memulihkan konektivitas wilayah yang sempat terputus. Aliran sungai yang sebelumnya bergeser secara signifikan, kini sudah kembali mengalir tepat di bawah jembatan. Dampaknya, jembatan darurat yang ada di kawasan tersebut kini dapat difungsikan kembali secara optimal sehingga aktivitas transportasi warga menjadi jauh lebih aman.
Proses normalisasi ini dilakukan secara bertahap dan terukur dengan mengerahkan sejumlah alat berat. Pada awal pelaksanaan proyek, pemerintah mengoperasikan satu unit ekskavator untuk membuka jalur. Demi mempercepat penyelesaian target pengerjaan, jumlah armada kemudian ditambah hingga menjadi empat unit ekskavator. Penguatan armada ini krusial dilakukan karena seluruh pekerjaan harus dimulai benar-benar dari tahap awal akibat perubahan alur sungai yang sangat ekstrem pascabencana.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Padang Pariaman, El Abdes Marsyam, menyatakan bahwa keberhasilan proyek normalisasi ini membawa dampak sosial yang besar. Salah satunya adalah menghilangkan ketergantungan masyarakat terhadap rakit sederhana yang sebelumnya terpaksa digunakan untuk menyeberangi sungai.
Menurut El Abdes, rakit swadaya yang terbuat dari tong oli bekas tersebut memiliki risiko keselamatan yang sangat tinggi bagi keselamatan warga. Bahkan sebelum proyek ini selesai, sempat terjadi insiden memilukan di mana seorang warga hanyut saat mencoba menyeberang menggunakan rakit darurat tersebut.
"Dengan kembalinya aliran sungai ke bawah jembatan, masyarakat kini dapat beraktivitas dengan lebih aman. Risiko yang selama ini mengancam keselamatan warga saat melintasi kawasan tersebut dapat ditekan secara signifikan," ujar El Abdes Marsyam saat memberikan keterangan resmi kepada media.
Selain mengembalikan fungsi alami aliran sungai, pemerintah daerah juga langsung mengaktifkan kembali jembatan darurat sebagai akses transportasi sementara. Guna meningkatkan faktor keamanan mobilitas warga, khususnya pada malam hari, pemerintah berencana untuk segera menambah fasilitas lampu penerangan di sekitar area jembatan.