Sikapi Kasus Bom Sekolah di Padang, Fadly Amran: Jangan Ada Lagi Bullying dan Minta Pengawasan Diperketat

Walikota Padang, Fadly Amran
Sumber :
  • Diskominfo Kota Padang

Padang – Walikota Padang, Fadly Amran, mengeluarkan instruksi tegas kepada Dinas Pendidikan, pihak sekolah, hingga orang tua siswa untuk memperketat pengawasan dan menjaga kondusifitas lingkungan belajar. Langkah ini diambil menyusul insiden dugaan peledakan bom oleh seorang siswa di salah satu sekolah di Kota Padang yang terjadi pada Selasa (14/7/2026) lalu.

img_title Dukungan Pusat Melonjak 106%, Wagub Sumbar KawaI Bantuan Revitalisasi 920 Satuan Pendidikan

Berdasarkan hasil investigasi awal, terduga pelaku yang masih berstatus pelajar tersebut nekat merakit dan meledakkan bom lantaran diduga depresi setelah terus-menerus mendapatkan perlakuan perundungan (bullying) dari teman-teman sekolahnya. Peristiwa nahas ini sontak menggemparkan dunia pendidikan di Sumatera Barat.

Menanggapi fenomena memprihatinkan tersebut, Walikota Padang Fadly Amran menyampaikan rasa prihatin yang mendalam. Menurutnya, tindakan nekat seorang anak di usia sekolah yang sudah mampu merakit bahan peledak merupakan alarm keras bagi semua pihak.

img_title Pemprov Sumbar Minta Kota Padang Transformasi Kekuatan Kuliner Jadi Mesin Ekonomi Dunia

"Kita turut prihatin terkait kasus peledakan bom kemarin, karena di umur segitu sudah belajar merakit bom," ujar Fadly Amran usai meresmikan Hunian Sementara (Hunsela) di Rimbo Panjang, Kelurahan Lambung Bukit, Kota Padang, Rabu (15/7/2026).

Fadly menekankan bahwa penanganan masalah ini tidak bisa dibebankan kepada satu instansi saja. Ia meminta seluruh stakeholder terkait, mulai dari kepala sekolah hingga guru, untuk lebih peka terhadap dinamika sosial di lingkungan sekolah agar kasus bullying dapat dideteksi dan dihentikan sejak dini.

img_title Antisipasi Bencana Berulang, Pemko Padang Siapkan Opsi Relokasi Hunian Warga Terdampak Bencana

Tidak hanya di sekolah, Fadly juga menyoroti pentingnya benteng pertahanan pertama anak, yaitu lingkungan keluarga. Peran aktif orang tua sangat diperlukan untuk memantau aktivitas digital serta perilaku anak sehari-hari di rumah.

"Harus diawasi anak-anak kita, apa yang mereka tonton, dan apa saja yang mereka kerjakan," tutur orang nomor satu di Kota Padang tersebut.

Saat ini, Pemerintah Kota (Pemko) Padang telah mengambil langkah cepat untuk menangani kondisi psikologis terduga pelaku. Siswa yang bersangkutan kini tengah menjalani proses rehabilitasi intensif yang difasilitasi oleh pemerintah daerah.

Pemko Padang telah mengerahkan tim khusus yang terdiri dari psikolog, pemerhati anak, hingga Dinas Pendidikan untuk mendampingi proses pemulihan mental siswa tersebut. Upaya pemulihan ini diharapkan dapat mengurai trauma sekaligus meluruskan kembali perilaku menyimpang akibat tekanan sosial.

Halaman Selanjutnya
img_title