Hujan Deras Picu Banjir Bandang di 4 Kecamatan Tapanuli Tengah
- BNPB
Padang – Bencana banjir bandang menerjang wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut pada Sabtu sore pekan kemarin.
Luapan air sungai yang meluap ke pemukiman warga sempat mencapai ketinggian pinggang orang dewasa, sebelum dilaporkan berangsur surut pada Minggu pagi kemarin.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menyebut, dampak terjangan banjir bandang ini meluas hingga merendam permukiman di tujuh kelurahan yang tersebar di empat kecamatan.
Adapun wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Tukka, Badiri, Pinangsori, dan Sarudik.
Akibat musibah ini, sebanyak 145 warga Kelurahan Sipangen terpaksa mengevakuasi diri. Sejak Sabtu malam, para pengungsi bertahan dan mengamankan diri di Gedung Gereja HKBP Sipange guna menghindari bahaya genangan air susulan.
Merespons kondisi darurat tersebut, tim gabungan yang terdiri dari personel BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah dan relawan bergerak cepat melayani kebutuhan warga.
Dapur umum darurat langsung didirikan di lokasi pengungsian untuk menjamin pemenuhan pasokan makanan bagi para pengungsi.
Hingga Minggu siang, personel BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah dilaporkan masih bersiaga penuh di lapangan.
Petugas terus memantau pergerakan debit air guna memastikan keamanan lingkungan sekitar pascabanjir.
Selain bersiaga, tim BPBD juga tengah melangsungkan proses verifikasi dan asesmen di lapangan.
Pendataan dilakukan untuk menghitung total kerugian material serta potensi kerusakan bangunan maupun fasilitas publik yang terdampak banjir.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D., mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kesiapsiagaan.
Pasalnya, dinamika cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi meski sebagian besar wilayah Indonesia berada pada periode musim kemarau.
Berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Sumatera Utara memang masih berpeluang diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga beberapa hari ke depan.
BMKG mencatat bahwa potensi hujan ini dipicu oleh masih aktifnya fenomena gelombang atmosfer di wilayah tersebut.
Selain itu, adanya pembentukan belokan angin (shearline) di Samudra Hindia barat Sumatra serta tingginya suhu muka laut turut mendukung percepatan pembentukan awan-awan hujan.