Jempol Narsis Hadir di Sawahlunto, Pelajar Tak Perlu Bolos Sekolah Demi KTP-el dan IKD

Disdukcapil Sawahlunto mendatangi sekolah secara langsung untuk memberikan kemudahan akses layanan kepada peserta didik.
Sumber :
  • Hu-Sawahlunto

Padang – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Sawahlunto kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Dalam upaya memperluas cakupan kepemilikan dokumen kependudukan di kalangan pelajar, Disdukcapil Kota Sawahlunto meluncurkan aksi pelayanan administrasi kependudukan secara langsung dengan menyasar sekolah-sekolah di wilayah tersebut.

img_title Martabak Mie Kulit Pangsit: Inovasi Camilan Unik, Renyah, dan Praktis untuk Keluarga

Inovasi pelayanan jemput bola ini diberi nama "JEMPOL NARSIS", yang merupakan singkatan dari Jemput Bola Nyasarin Rekam KTP Siswa. Melalui program ini, petugas Disdukcapil mendatangi sekolah secara langsung guna memberikan kemudahan akses layanan dokumen kependudukan kepada para peserta didik.

Pelaksanaan program Jempol Narsis ini dijadwalkan berlangsung selama 13 hari secara bertahap. Layanan ini menjangkau sebanyak 8 sekolah jenjang SMA, SMK, dan MA yang tersebar di seluruh wilayah Kota Sawahlunto. Skema pelayanan langsung ke lokasi ini terbukti menjadi langkah efektif untuk menjangkau masyarakat, khususnya kelompok pemilih pemula dan pelajar usia produktif.

img_title Hari Kedua Pencarian, Tim SAR Gabungan Sisir Sungai Batang Arau Cari Pelajar Tenggelam

Dengan menerapkan sistem jemput bola ke sekolah-sekolah, para siswa tidak perlu lagi meluangkan waktu khusus atau meninggalkan kegiatan belajar-mengajar di kelas hanya untuk mengurus dokumen kependudukan di kantor Disdukcapil. Hal ini dinilai sangat membantu efisiensi waktu, baik bagi siswa maupun pihak pengajar.

Dalam kegiatan Jempol Narsis, Disdukcapil Kota Sawahlunto menyediakan tiga layanan utama bagi para siswa, antara lain:

img_title Kasus Dugaan Keracunan Makan Bergizi Gratis di Berastagi, Kepala BGN Sudaryono Copot Kepala SPPG dan Segel Dapur
  1. Perekaman KTP-el Pemula: Layanan perekaman data biologis dan biografis bagi siswa yang telah berusia 16 tahun ke atas sebagai bentuk persiapan awal kepemilikan dokumen kependudukan resmi.

  2. Pencetakan KTP-el: Proses pencetakan kartu fisik KTP-el secara langsung bagi siswa yang telah genap berusia 17 tahun ke atas dan sudah menyelesaikan tahapan perekaman data.

  3. Aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD): Penyelenggaraan aktivasi IKD pada perangkat seluler siswa guna mendukung program transformasi layanan kependudukan nasional berbasis digital.

Pelaksanaan layanan jemput bola ke lingkungan sekolah ini memiliki beberapa tujuan strategis. Pertama, untuk memastikan seluruh siswa di Kota Sawahlunto memiliki KTP-el sebagai dokumen wajib kependudukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kedua, mempercepat dan mempermudah proses perekaman bagi penduduk pemula yang telah memasuki usia 16 tahun ke atas.

Halaman Selanjutnya
img_title