Siapkan Relawan Muda Tangguh, 51 Anggota Pramuka Padang Panjang Dibekali Keterampilan Kebencanaan
- Kominfo Padang Panjang
Padang – Kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana alam perlu ditanamkan dan dibangun sejak dini. Pembekalan kepada generasi muda mengenai kemampuan bertahan hidup, bekerja sama dalam tim, hingga pemberian pertolongan pertama pada situasi darurat menjadi langkah krusial untuk mencetak masyarakat yang tangguh bencana.
Semangat kesiapsiagaan tersebut diwujudkan secara nyata melalui Latihan Dasar Pramuka Peduli Penanggulangan Bencana Angkatan V Tahun 2026. Kegiatan strategis ini diikuti oleh 51 orang Pramuka Penegak tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) yang berasal dari berbagai sekolah di wilayah Kota Padang Panjang.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Padang Panjang ini dirancang dalam dua tahapan utama. Tahap pertama berupa pembekalan materi dalam ruangan (indoor) yang dilaksanakan pada 25–26 Juli 2026. Selanjutnya, tahap kedua diisi dengan latihan lapangan secara komprehensif yang berlangsung sejak 31 Juli hingga 2 Agustus 2026.
Andalan Kwarcab Bidang Pengabdian Masyarakat dan Siaga Bencana, Yoseph Frans Dinata, memberikan keterangan resminya kepada Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pada Kamis (6/8/2026). Ia menjelaskan bahwa selama sesi pembekalan materi, para peserta dibekali dengan berbagai pemahaman dasar mengenai kepemimpinan, sosialisasi aplikasi digital Ayo Pramuka, serta penguatan peran Pramuka sebagai motivator di tengah masyarakat.
"Materi-materi tersebut sengaja diarahkan untuk membentuk karakter kepemimpinan yang kuat, meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal, sekaligus memperkuat peran aktif anggota Pramuka dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari," ujar Yoseph.
Setelah mendapatkan teori dasar, para peserta langsung diterjunkan ke dalam simulasi dan latihan lapangan. Sesi ini menuntut seluruh peserta untuk dapat mengaplikasikan setiap keterampilan teknis secara langsung dalam kondisi fisik dan cuaca nyata. Mereka melakoni penjelajahan dan pengembaraan sambil dibekali teknik mendirikan bivak (tempat perlindungan sementara), penguasaan simpul dan tali-menali, teknik prusiking, rappelling, hingga pemberian Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K).
Pelatihan lapangan ini dinilai tidak hanya sekadar menguji kemampuan teknis dan fisik semata, tetapi juga melatih ketahanan mental, tingkat kedisiplinan, jiwa kepemimpinan, serta soliditas tim saat berhadapan dengan situasi darurat yang serba terbatas.
Rangkaian simulasi lapangan diawali dengan upacara pelepasan resmi di Halaman Gedung M. Sjafei. Dari titik start tersebut, para peserta menempuh rute pengembaraan yang telah dipetakan dengan menerapkan sistem titik singgah dan bermalam yang berpindah-pindah.