Prediksi Kemarau Panjang Hingga Februari 2027, BNPB Minta Pembakaran Lahan Diberhentikan Total

Ilustrasi karhutla
Sumber :
  • IST

Padang – Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Mayjen TNI Budi Irawan mengungkap fakta lapangan bahwa, hampir seluruh peristiwa kebakaran lahan yang terjadi murni disebabkan oleh faktor kesengajaan manusia.

img_title Udara Padang Masuk Kategori Berbahaya, CFD di Kota Padang Ditiadakan Sementara Waktu

Budi menegaskan bahwa sebanyak 99 persen insiden karhutla di wilayah tersebut dipicu oleh ulah oknum masyarakat yang sengaja membakar lahan.

Oleh karena itu, ia meminta masyarakat menghentikan total praktik pembukaan lahan dengan cara dibakar.

img_title Antisipasi Erupsi Anak Krakatau, BNPB Cek Kesiapan Sirene Tsunami dan Jalur Evakuasi di Lampung

Meskipun terdapat peraturan daerah (perda) yang memberi kelonggaran membuka lahan maksimal dua hektar dengan dibakar, Budi mengingatkan adanya kewajiban ketat yang meliputinya.

"Pembakaran wajib diawasi secara penuh hingga titik api benar-benar padam total agar tidak merembet ke area lain,"kata, Budi Irawan dikutip dari keterangan tertulis, Minggu 9 Juli 2026 

img_title Kemenko Polkam dan BNPB Geber Rehabilitasi Pasca-Konflik Papua Pegunungan, Bantuan Rumah Siap Dikucurkan

Ia menyebut bahwa, kewaspadaan ekstra sangat diperlukan mengingat musim kemarau panjang diprediksi berlangsung hingga Februari 2027.

Pada kondisi cuaca ekstrem ini, satu percikan api kecil berpotensi membakar puluhan hingga ribuan hektar kawasan hutan dan lahan.

Budi menyoroti bahaya laten pembakaran di tanah gambut yang kerap dianggap padam padahal masih membara di bagian bawah permukaan tanah.

Karakteristik api gambut sangat licik karena tersembunyi di dalam tanah dan siap berkobar kembali saat terhempas angin kencang.

Guna memutus rantai bencana karhutla, BNPB meminta aparat penegak hukum tidak ragu mengambil tindakan tegas dengan menangkap oknum pembakar lahan.

Penindakan hukum secara terukur diharapkan mampu memberikan efek jera agar warga tidak lagi membakar lahan secara sembarangan.

Langkah hukum tegas dinilai sangat krusial karena dampak buruk karhutla tidak hanya merusak ekosistem lingkungan.

Asap pekat yang dihasilkan dari kebakaran lahan terbukti memperburuk kualitas udara dan mengancam kesehatan masyarakat luas.

Usai menggelar dialog, Deputi BNPB beserta rombongan bergerak meninjau lokasi kebakaran aktif di Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya.

Peninjauan lapangan ini dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan peralatan teknis yang perlu segera diperkuat oleh BNPB.

BNPB berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap penanganan karhutla di Kabupaten Kubu Raya melalui pemenuhan sarana logistik dan peralatan pemadam.

Halaman Selanjutnya
img_title