Jejak Pakar Tsunami Abdul Muhari: Dari Akademisi Hingga Dipercaya Menjabat Deputi Pencegahan BNPB

Abdul Muhari
Sumber :
  • BNPB

Padang – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Dr. Suharyanto, resmi melantik Dr. Abdul Muhari, sebagai Deputi Bidang Pencegahan BNPB di Gedung Graha BNPB, Jakarta Timur, pada Senin kemarin.

img_title Hujan Deras Picu Longsor di Aceh Tengah: 1 Warga Meninggal, 13 Luka-luka, dan Ruas Jalan Tertutup

Pengangkatan Abdul Muhari berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 92/TPA Tahun 2026 yang ditetapkan pada 24 Juli 2026.

Penunjukan ini menempatkannya pada posisi strategis untuk memperkuat arah kebijakan, program mitigasi, serta upaya pengurangan risiko bencana secara nasional di Indonesia.

img_title Gempa M 6,5 Guncang Kepulauan Seribu, Terasa hingga Padang dan Pariaman

Saat mengikrarkan sumpah jabatannya, Abdul Muhari menegaskan komitmen tinggi untuk menjalankan amanah dengan menjunjung etika, integritas, dan tanggung jawab penuh sebagai aparatur negara.

Ia berjanji akan menghindarkan diri dari perbuatan tercela serta tidak menyalahgunakan kewenangan yang dipercayakan kepadanya.

img_title Antisipasi Erupsi Anak Krakatau, BNPB Cek Kesiapan Sirene Tsunami dan Jalur Evakuasi di Lampung

Pelantikan sosok kelahiran Bukittinggi, 3 Januari 1979, ini sekaligus mencatatkan sejarah baru bagi perjalanan kelembagaan BNPB.

Abdul Muhari tercatat sebagai salah satu pejabat deputi termuda sejak lembaga penanggulangan bencana tersebut resmi didirikan pada tahun 2008.

Berlatar belakang pendidikan Oseanografi dan Teknik Sipil ITB serta meraih gelar doktoral dari Tohoku University, Jepang, Abdul Muhari dikenal luas sebagai pakar tsunami.

Kiprahnya diawali di Kementerian Kelautan dan Perikanan lewat riset pemanfaatan ekosistem pesisir dan mangrove sebagai pelindung alami dari ancaman gelombang tsunami.

Gagasan mitigasi berbasis ekologi tersebut menarik perhatian Kepala BNPB periode 2019–2021, almarhum Letjen TNI Doni Monardo.

Gagasan itu dinilai sejalan dengan kampanye "Kita Jaga Alam, Alam Jaga Kita" yang kemudian membawa Abdul Muhari bergabung dan memperkuat sistem peringatan dini di lingkungan BNPB.

Selama berkiprah di BNPB, ia konsisten mendorong peningkatan kapasitas masyarakat pesisir, seperti di Kepulauan Aru dan Maluku pascagempa 2019.

Ia mengenalkan konsep respons bencana self help, mutual help, dan official help, serta edukasi jalur evakuasi berbasis lingkungan harian warga agar siap menghadapi krisis.

Sebelum dilantik menjadi Deputi, Abdul Muhari dipercaya mengemban tugas sebagai Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatinkom) BNPB.

Pada posisi tersebut, ia memegang peran sentral dalam pemutakhiran data kebencanaan serta menjadi garda terdepan komunikasi publik BNPB kepada media.

Halaman Selanjutnya
img_title