Selamatkan 35 Hektare Sawah Petani, Pemkab Padang Pariaman Kucurkan Rp979 Juta untuk Irigasi Ampek Jirek

Rehabilitasi Bendung Daerah Irigasi (DI) Ampek Jirek
Sumber :
  • pemkab padang pariaman

Padang – Di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman di bawah kepemimpinan Bupati John Kenedy Azis (JKA) dan Wakil Bupati Rahmat Hidayat menegaskan komitmennya untuk tetap memprioritaskan sektor mendasar. Pembangunan infrastruktur yang menyentuh langsung kebutuhan vital masyarakat, khususnya fasilitas pertanian, tetap menjadi fokus utama daerah tersebut.

img_title Peringatan Dini BMKG: Hujan Lebat dan Angin Kencang Potensial Meluas di Sumbar Hingga Sore Ini

Komitmen tersebut diwujudkan secara konkret melalui langkah rehabilitasi Bendung Daerah Irigasi (DI) Ampek Jirek. Proyek perbaikan sarana air ini tengah berlangsung di Korong Sikilie, Nagari Lurah Ampalu, Kecamatan VII Koto Sungai Sarik.

Pekerjaan rehabilitasi ini menyedot nilai kontrak sebesar Rp979.888.000 dengan pelaksana lapangan CV Aneka Cipta serta pengawasan teknis dari CV Gudang Padi. Seluruh pengerjaan fisik ini diproyeksikan memakan waktu pelaksanaan selama 120 hari kalender.

img_title Perjuangan Bocah 9 Tahun Lawan Komplikasi Jantung, Andre Rosiade Ulurkan Bantuan Operasional RS

Adapun pembiayaan proyek rehabilitasi ini didukung penuh melalui Dana Transfer ke Daerah (TKD) khusus penanganan bencana tahun 2026. Langkah ini diambil mengingat kondisi Bendung DI Ampek Jirek yang sudah terbengkalai dan mengalami kerusakan selama kurang lebih 10 tahun. Akibatnya, fungsi bendung maupun distribusi pengairan ke kawasan pertanian warga tidak pernah berjalan optimal.

Kondisi infrastruktur tersebut semakin memprihatinkan setelah dihantam bencana hidrometeorologi hebat yang melanda wilayah Padang Pariaman pada akhir tahun 2025 lalu. Dampak gelombang bencana itu mengakibatkan struktur bendung mengalami rusak berat, hingga benar-benar melumpuhkan suplai air bagi lahan pertanian produktif masyarakat setempat.

img_title SISSCa 2026: Panggung Songket Silungkang Mendunia dan Penggerak Ekonomi Kreatif Sawahlunto

Secara teknis, Bendung DI Ampek Jirek memegang peranan yang sangat strategis bagi ketahanan pangan lokal. Fasilitas irigasi ini bertanggung jawab mengaliri sekitar 35 hektare areal persawahan warga. Tak hanya itu, dampaknya bahkan memberi manfaat bagi bentangan kawasan pertanian yang membentang hingga ke wilayah Kota Pariaman. Pemulihan bendung ini pun dipandang bukan sekadar perbaikan fisik belaka, melainkan urat nadi bagi keberlangsungannya aktivitas ekonomi para petani.

Dengan berfungsinya kembali jaringan irigasi ini secara optimal, ketersediaan pasokan air untuk lahan persawahan diharapkan jauh lebih terjamin. Pasokan yang stabil akan memberi kepastian bagi para petani dalam mengelola musim tanam, mempertahankan produktivitas hasil panen, sekaligus mendorong peningkatan pendapatan keluarga tani secara berkelanjutan.

Halaman Selanjutnya
img_title