Kasus Dugaan Keracunan Makan Bergizi Gratis di Berastagi, Kepala BGN Sudaryono Copot Kepala SPPG dan Segel Dapur

Ratusan pelajar di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumut, diduga keracunan usai menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis.
Sumber :
  • IST

Padang – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah hukum dan administratif yang sangat tegas menyusul insiden dugaan keracunan makanan yang menimpa ratusan pelajar di Kabupaten Karo, Sumatra Utara. Kepala BGN Sudaryono secara resmi mencopot Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Berastagi sekaligus menyegel operasional dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut.

img_title Pertamina Patra Niaga Sanksi 31 SPBU Nakal Penyalur BBM Subsidi di Sumbar

Kebijakan darurat ini diambil setelah sedikitnya 279 pelajar dari tiga sekolah yang berbeda di Berastagi mengalami gangguan kesehatan secara massal. Para siswa dilaporkan mendadak mual, pusing, hingga muntah usai menyantap paket makanan yang didistribusikan melalui program unggulan pemerintah tersebut.

Sudaryono menyatakan bahwa peristiwa di Kabupaten Karo merupakan pukulan telak sekaligus pengingat keras bagi seluruh jajaran pengelola program. Menurutnya, standar operasional prosedur (SOP) dalam setiap tahapan pelayanan makanan—mulai dari pemilihan bahan baku, proses memasak, hingga distribusi ke sekolah-sekolah—harus diawasi secara ketat dan tanpa kompromi.

"Insiden di Kabupaten Karo lagi-lagi menjadi tamparan dan pengingat, setiap tahapan pelayanan makanan harus diawasi serius. Ratusan siswa terdampak, langkah pertama BGN adalah memastikan kondisi mereka dan kemudian mencari akar persoalannya," ujar Sudaryono melalui keterangan resmi yang dikutip dari akun Instagram pribadinya, Jumat (14/8/2026).

Sebagai respons cepat atas kejadian ini, BGN langsung menerjunkan tim investigasi ke lapangan. Fokus utama penanganan saat ini terbagi menjadi dua hal pokok: memastikan seluruh korban mendapatkan perawatan medis yang memadai di fasilitas kesehatan setempat, serta melakukan uji laboratorium terhadap sampel makanan yang dikonsumsi para siswa untuk menemukan penyebab pasti keracunan.

Pencopotan Kepala SPPG Berastagi dan penyegelan dapur operasional dinilai sebagai langkah administratif yang tidak bisa ditawar. BGN menegaskan tidak akan menoleransi segala bentuk kelalaian yang berpotensi membahayakan kesehatan anak-anak penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis.

Kasus ini kini menjadi sorotan nasional dan evaluasi besar-besaran bagi BGN dalam mengawasi jutaan porsi makanan yang setiap hari disalurkan ke berbagai daerah di Indonesia. Pihak BGN berjanji akan mengumumkan hasil investigasi secara transparan kepada publik setelah proses penelusuran menyeluruh selesai dilakukan.