Korban Hanyut Sungai Batang Arau Ditemukan Nelayan Mengapung di Perairan Pulau Sinyaru
- ist
Padang – Kantor SAR (Basarnas) Padang membeberkan alasan ilmiah di balik penemuan jasad korban hanyut di Sungai Batang Arau yang terbawa arus hingga sejauh Pulau Sinyaru, Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang. Peristiwa penemuan ini terjadi pada hari ketiga operasi pencarian, Minggu (16/8/2026) pagi.
Komandan Tim (Dantim) Pencarian Basarnas Padang, Riko Pradinata, menjelaskan bahwa laporan awal korban hanyut diterima pihaknya pada Jumat (14/8/2026) sore. Setelah tiga hari melakukan penyisiran intensif, tim SAR gabungan bersama nelayan akhirnya menemukan jasad korban di perairan Pulau Sinyaru.
"Penemuan jasadnya setelah tiga hari pencarian cukup jauh, awalnya dilaporkan hanyut di Sungai Batang Arau, ditemukan di Pulau Sinyaru, Bungus Teluk Kabung," ujar Riko saat dikonfirmasi, Minggu (16/8/2026).
Riko mengungkapkan, jauhnya jarak penemuan dari titik awal kejadian (LKP atau last known position) dipicu oleh faktor cuaca ekstrem dan karakteristik arus laut. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah tersebut dilanda hujan lebat dengan debit air sungai yang sangat tinggi saat insiden terjadi.
Kombinasi antara debit air yang melimpah dan arus deras yang bergerak konsisten ke arah selatan membuat jenazah korban terbawa jauh hingga ke kawasan pesisir Bungus Teluk Kabung. "Jadi, mengamati informasi dari perkiraan cuaca saat kejadian, debit air yang cukup tinggi ditambah arah arus mengarah ke selatan, posisinya ke Pulau Sinyaru, makanya korban bisa sampai di sana," terangnya.
Berdasarkan data operasional SAR, korban yang diketahui bernama Josua ditemukan dalam kondisi meninggal dunia (MD) pada koordinat 1°4'48"S-100°16'19"E dengan jarak kurang lebih 8,8 NM dari titik awal laporan. Penemuan pertama kali justru dilakukan oleh seorang nelayan lokal yang sedang melakukan siaran langsung di platform media sosial TikTok di sekitar perairan Pulau Sinyaru.
Menerima informasi tersebut, tim SAR gabungan yang bersiaga langsung bergerak cepat menuju lokasi menggunakan perahu karet jenis LCR, RIB, serta perlengkapan SAR Air. Petugas kemudian menarik jasad korban yang mengambang ke atas perahu karet dan memasukkannya ke dalam kantong jenazah (bodybag).