Warisan Langka dari Bundo Kanduang: Perjuangan Melestarikan Dadiah, Fermentasi Susu Kerbau Minang yang Terancam Punah
- Cookpad
Padang – Di Ranah Minang, tidak hanya kuliner pedas yang melegenda, tetapi juga hidangan fermentasi unik bernama Dadiah.
Dikenal sebagai "yogurt" tradisional, Dadiah adalah hasil fermentasi susu kerbau yang secara alami dikeraskan di dalam wadah ruas bambu (buluah) selama satu hingga dua hari.
Kuliner yang kaya akan probiotik ini, biasa disajikan bersama Ampiang (emping ketan) dan siraman gula merah, merupakan warisan turun temurun dari Bundo Kanduang (perempuan Minang), namun kini keberadaannya semakin langka dan terancam punah.
Kelangkaan Dadiah disebabkan oleh beberapa faktor utama.
Pertama, proses pembuatannya sangat tradisional dan bergantung pada ketersediaan susu kerbau segar serta wadah bambu yang khusus.
Kedua, minimnya minat generasi muda untuk meneruskan tradisi ini, ditambah dengan proses fermentasi yang tidak instan, membuat Dadiah kalah bersaing dengan produk olahan susu modern yang lebih praktis.
Akibatnya, Dadiah kini hanya bisa ditemukan di pasar-pasar tradisional tertentu di Sumatera Barat, menjadikannya harta karun kuliner yang sulit dijangkau.
Menyadari kondisi ini, berbagai pihak, mulai dari komunitas adat hingga akademisi pangan, kini berupaya keras melestarikan Dadiah.
Upaya yang dilakukan mencakup standarisasi proses fermentasi agar lebih higienis dan massal, serta melakukan promosi edukatif mengenai manfaat kesehatan dan nilai sejarah Dadiah.
Diharapkan, dengan inovasi dan dukungan yang tepat, warisan kuliner yang kaya tradisi ini dapat kembali populer, tidak hanya sebagai makanan sarapan, tetapi juga sebagai bagian penting dari identitas budaya Minangkabau.