Peringatan Hari Santri di Solok Selatan: Santri Didesak Jadi Pelaku Sejarah Baru, Kuasai Teknologi dan Bahasa Dunia

Santri di Solsel
Sumber :
  • Diskominfo Solsel

Padang – Peran strategis santri dalam kemerdekaan dan pembangunan Indonesia mendapat penegasan dari Pemerintah Kabupaten Solok Selatan.

img_title Pangek Pisang, Kuliner Legendaris Solok Selatan yang Bikin Ketagihan Sejak Suapan Pertama

Sekretaris Daerah, Syamsurizaldi menyebut bahwa, pesantren selama ini telah terbukti menjadi tempat menimba ilmu sekaligus menempa akhlak dan karakter, sehingga santri memiliki peran vital sejak era perjuangan hingga kini.

Ia menekankan, tema peringatan Hari Santri tahun ini, “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia,” mencerminkan tekad santri sebagai penjaga kemerdekaan dan penggerak kemajuan bangsa.

img_title 30 Jam Taklukkan Gunung Kerinci via Solok Selatan, Beyond Run Buktikan Jalur Alternatif Menuju Atap Sumatera

"Santri tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perubahan zaman. Santri harus hadir sebagai pelaku sejarah baru, menjadi pembawa nilai-nilai Islam dalam membangun peradaban dunia yang damai, adil, dan berkeadaban," kata Syamsurizaldi dikutip dari keterangan tertulis, Kamis 23 Oktober 2025 

Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen memberikan dukungan penuh kepada pesantren, baik dari pusat maupun daerah.

img_title Ratusan Pelajar Solok Selatan Semarakkan Gerak Jalan Santai HUT ke-81 RI

Dukungan ini merupakan bentuk pengakuan dan penghargaan yang setara kepada pesantren sebagai lembaga pendidikan khas Indonesia. Ia juga mendorong santri masa kini agar melampaui batas tradisional.

"Hari Santri harus menjadi momentum kebangkitan santri Indonesia. Santri sekarang tidak hanya menguasai kitab kuning, tetapi juga harus menguasai teknologi, sains, dan bahasa dunia," lanjut Syamsurizaldi.

Syamsurizaldi berpesan agar seluruh santri menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, dan berdaya, sembari tetap merawat tradisi pesantren.

"Bawalah semangat pesantren ke ruang publik, ke dunia kerja, ke ranah internasional. Tunjukkan bahwa santri mampu menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar penonton," tutupnya.