Pasa Pabukoan Padang 2026: Jadi Pusat Takjil Terlengkap di Padang
- Dok.Dprdpadang
Padang – Suasana semarak menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah mulai terasa di Kota Padang. Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Dinas Perdagangan secara resmi membuka kembali "Pasa Pabukoan" yang dipusatkan di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Imam Bonjol.
Pusat kuliner takjil tahunan ini mulai beroperasi tepat pada hari pertama puasa. Pemko Padang telah memfasilitasi para pelaku UMKM dengan menyediakan 39 meja dagangan yang tertata rapi di pelataran parkir RTH Imam Bonjol. Kehadiran pasar ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat mendapatkan menu berbuka puasa yang higienis sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Dinas Perdagangan Kota Padang, Nengsih, menjelaskan bahwa persiapan telah dilakukan secara matang agar pengunjung merasa nyaman. "Kami ingin Pasa Pabukoan ini menjadi destinasi utama warga untuk mencari hidangan berbuka. Tahun ini, kami bekerja sama dengan Bank Nagari dan Bank Indonesia untuk mendukung transaksi serta mempercantik tampilan lokasi," ujarnya.
Pengunjung dapat menemukan beragam kuliner tradisional khas Minangkabau yang menggugah selera. Mulai dari minuman segar seperti es cendol dan es rumput laut, hingga kudapan manis seperti lopis, serabi, dan onde-onde. Tak hanya itu, tersedia pula menu lauk pauk berat seperti gulai kambing, rendang, dan aneka gorengan hangat yang selalu menjadi favorit warga setiap sore menjelang Magrib.
Keamanan dan kualitas pangan menjadi prioritas utama. Dinas Perdagangan bersama Balai Besar POM di Padang akan melakukan pengawasan rutin untuk memastikan makanan yang dijual bebas dari bahan berbahaya. Selain itu, petugas Satpol PP dan Dinas Lingkungan Hidup disiagakan untuk menjaga ketertiban serta kebersihan area pasar.
Pasa Pabukoan RTH Imam Bonjol diprediksi akan terus dipadati pengunjung sepanjang Ramadan 2026. Dengan target omzet yang diharapkan meningkat dari tahun-tahun sebelumnya, pasar ini tidak hanya sekadar tempat jual beli, tetapi juga menjadi ruang sosial bagi warga Kota Bingkuang untuk menikmati atmosfer Ramadan yang khas.