Masuk ke Sekolah, Satpol PP Solok Selatan Ajak Siswa MAN 1 Jauhi Balapan Liar dan Narkoba
- Kominfo Solsel
Padang – Ada pemandangan berbeda dalam upacara bendera di MAN 1 Solok Selatan, Senin (9/2/2026).
Barisan petugas berseragam cokelat dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP–Damkar) tampak membaur di tengah ratusan siswa.
Kehadiran mereka bukan untuk melakukan razia, melainkan membawa misi edukasi bagi generasi muda.
Pemerintah Kabupaten Solok Selatan memang tengah gencar melakukan pendekatan persuasif ke lingkungan sekolah.
Melalui Satpol PP–Damkar, pemkab ingin memastikan para pelajar di Bumi Sarantau Sasurambi tumbuh dengan karakter yang kuat, disiplin, dan jauh dari perilaku menyimpang yang merugikan masa depan.
Upacara pagi itu dipimpin langsung oleh Plt. Kasat Pol PP–Damkar Solok Selatan, Mimi Ariesma Putri.
Di hadapan para guru dan siswa, ia berdiri di podium bukan sekadar sebagai penegak aturan, melainkan sebagai sosok kakak sekaligus orang tua yang peduli terhadap keselamatan dan mentalitas anak muda.
Dalam amanatnya, Mimi menekankan bahwa tantangan remaja saat ini jauh lebih kompleks. Ia mengingatkan bahwa masa sekolah adalah fase paling krusial untuk menentukan akan jadi apa mereka sepuluh atau dua puluh tahun mendatang. Karena itu, menjaga sikap dan perilaku adalah harga mati yang tidak bisa ditawar.
Pesan-pesan yang disampaikan pun sangat membumi dan menyentuh realita keseharian. Mimi meminta para siswa untuk tidak "keluyuran" atau nongkrong di luar sekolah saat jam pelajaran masih berlangsung.
Disiplin waktu di sekolah adalah latihan dasar sebelum mereka terjun ke dunia kerja yang sebenarnya.
Tak hanya soal bolos sekolah, isu keamanan di jalan raya juga menjadi sorotan. Mimi mewanti-wanti agar tidak ada siswa yang terlibat dalam aksi balapan liar yang kerap meresahkan masyarakat.
Selain membahayakan nyawa sendiri, aksi tersebut juga merusak ketertiban umum dan nama baik sekolah.
Bahaya laten narkoba dan pergaulan bebas juga menjadi poin penekanan yang serius. Di tengah gempuran informasi dan pergaulan yang makin terbuka, para pelajar diminta untuk memiliki "benteng" diri yang kuat.
Menurutnya, sekali saja terjerumus ke lubang hitam narkoba, masa depan cerah akan sirna seketika.