Bukan Sekadar Fisik, Wali Kota Fadly Amran Sebut Investasi SDM ASN Adalah Kunci Pelayanan Prima
- Prokopim Padang
Padang – Di tengah pesatnya pembangunan infrastruktur di Kota Padang, Wali Kota Fadly Amran memberikan penekanan khusus pada satu aspek yang sering terlupakan yakni, kualitas manusia di balik meja pelayanan.
Fadly menegaskan bahwa penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) adalah fondasi utama untuk menghadirkan pelayanan publik yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Ia ingin setiap pegawai pemerintah memiliki standar kualitas yang terus meningkat dari waktu ke waktu.
Pembangunan kota, menurut Fadly, harus berjalan dua arah. Jika pembangunan fisik terus dipacu, maka kapasitas manajerial dan budaya kerja pegawai juga harus diperkuat.
Investasi pada pelatihan dan pengembangan mentalitas kerja dianggap sama pentingnya dengan anggaran untuk semen dan aspal.
“Kita sering bicara soal infrastruktur, tapi jangan lupa bahwa yang menggerakkan sistem itu adalah manusia. Pelatihan, kemampuan manajerial, hingga rasa kebersamaan antar pegawai harus menjadi perhatian serius kita semua,” ujar Fadly dikutip dari keterangan tertulis, Rabu 8 April 2026.
Secara spesifik, Wali Kota muda ini menyoroti pentingnya adaptasi birokrasi terhadap perkembangan zaman yang semakin modern dan terbuka.
Salah satu tantangan nyata yang ia garis bawahi adalah kemampuan berkomunikasi dalam skala yang lebih luas dan global.
Fadly memberikan instruksi khusus kepada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Padang untuk mulai serius menggarap kemampuan bahasa asing para ASN.
Ia ingin jajarannya tidak hanya jago dalam administrasi, tetapi juga cakap dalam berkomunikasi secara internasional.
Penguasaan bahasa Inggris dan persiapan skor TOEFL menjadi target yang dipatok oleh Wali Kota.
Hal ini dianggap sebagai bekal krusial agar ASN Kota Padang memiliki kepercayaan diri lebih saat berhadapan dengan tuntutan dunia kerja yang semakin kompetitif dan menuntut profesionalisme tinggi.
“ASN kita yang sudah punya dasar bahasa Inggris jangan dibiarkan begitu saja, harus terus dilatih. Saya minta BKPSDM memastikan program training ini berjalan efektif, termasuk persiapan TOEFL bagi mereka,” ujarnya.
Langkah strategis ini membawa optimisme baru bagi wajah birokrasi di Kota Bingkuang. Upaya ini dipandang sebagai terobosan untuk menciptakan aparat pemerintah yang tidak hanya bekerja secara rutin, tetapi juga adaptif terhadap perubahan dan mampu memberikan solusi cerdas bagi warga.