Segarkan Mesin Birokrasi: Padang Panjang Lantik 10 Pejabat Baru untuk Perkuat Layanan Publik
- Kominfo Padang Panjang
Padang – Pemerintah Kota Padang Panjang kembali melakukan langkah strategis untuk memperkuat struktur organisasinya.
Sebuah penyegaran birokrasi dilakukan dengan melantik sepuluh pejabat baru yang diharapkan mampu menjadi motor penggerak kualitas pelayanan publik agar semakin responsif terhadap kebutuhan warga.
Wakil Walikota Padang Panjang, Allex Saputra memimpin langsung pengambilan sumpah jabatan terhadap sepuluh sosok terpilih yang terdiri dari lima pejabat struktural dan lima pejabat fungsional.
Dalam barisan pejabat struktural, nama Roni Yuska kini resmi mengemban amanah sebagai Inspektur Pembantu I, didampingi Firson Syukriadi yang mengisi posisi Inspektur Pembantu III.
Sementara itu, sektor pembangunan diperkuat dengan hadirnya Rinayati sebagai Kepala Bidang Tata Ruang dan Pertanahan pada Dinas PUPR.
Perubahan juga menyentuh level akar rumput dan teknis. Aphendri Erlando kini dipercaya menjabat Kasi Tata Pemerintahan di Kelurahan Bukit Surungan, sedangkan sektor ketahanan pangan dan kesehatan hewan dipercayakan kepada Roni Novrizal yang dilantik sebagai Kepala UPTD Rumah Potong Hewan.
Di sisi lain, penguatan internal di bidang kepegawaian dan pengawasan juga menjadi fokus. Nama-nama seperti Mukhwan Faifur Rizal, Refi Ardi Putra M, dan Yogi Sudirman kini memperkuat jajaran analis SDM di BKPSDM.
Selain itu, aspek pengadaan barang dan jasa serta pengawasan daerah kini turut diisi oleh tenaga muda potensial seperti Riya dan Muhammad Ivan Rifqoh Nashif.
Allex Saputra menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar rutinitas seremonial atau bagi-bagi jabatan.
Baginya, momen ini adalah titik tolak bagi para pejabat untuk membuktikan profesionalitas dan kemampuan adaptasi mereka dalam menghadapi dinamika birokrasi yang kian menantang.
“Ingat, jabatan adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab di hadapan Tuhan dan masyarakat. Tunjukkan kinerja terbaik Anda, jaga integritas setinggi mungkin, dan jangan sekali-kali menyentuh praktik korupsi, kolusi, maupun nepotisme,” tegas Allex dikutip dari keterangan tertulis, Rabu 8 April 2026.
Lebih lanjut, Wawako juga memberikan catatan penting mengenai gaya kepemimpinan. Ia meminta para pejabat baru tidak hanya pandai memerintah, tetapi mampu merangkul dan memberdayakan seluruh staf di unit kerjanya.